Selasa, 21 Juli 2009

Canary Fair 09


Setelah sempat tertunda karena bertepatan dengan momen pilpres bulan lalu, kini kembali digelar ajang lomba yang secara teknis masih seperti biasanya, namun kali ini dengan berbagai persiapan yang lebih matang diharapkan dapat lebih punya kemeriahan dan kualitas. Masih dengan pelengkap sesi kicauan Q-max yang menampilkan kelas anis dan kacer yang dinilai masih meninggalkan rasa penasaran untuk mencoba kembali dilagakan. Harapan untuk dapat menampilkan sesi campuran import untuk dapat menampilkan penampilan terbaik juga sangat diharapkan mengingat kelas ini cukup menarik meskipun kadang sedikit tergeser perhatiannya untuk tertuju di kelas kalitan ataupun reguler. Mari kita tunggu bersama ...dan meriahkan momen lomba sekaligus untuk menyongsong peringatan hari kemerdekaan kali ini

Jumat, 22 Mei 2009

Papburi dan Q-max Solo, 17 Mei 2009


Menjelang hari H diadakannya lomba Papburi Solo sudah dapat dilihat animo peserta lomba yang cukup tinggi, perhelatan kali ini rupanya memang sudah ditunggu, peserta yang hadir mampu memenuhi pesanan tiket, terutama di kelas kenari kalitan/kecil dan kelas kacer. Lomba kali ini mungkin agak berbeda dan kelihatan lebih semarak dengan diadakannya bursa kenari hasil ternakan peternak di Solo dan sekitarnya yang sebelumnya memang sudah terhimpun dengan pertemuan rutin setiap bulannya, dan ramainya pengunjung turut serta pula menunjukkan banyaknya penggemar burung kenari di kota Solo dan sekitarnya.


Harapan penggemar kontes burung berkicau adalah sebuah kontes yang mengedepankan sportifitas dan objektifitas penilaian, selain itu kenyaman para peserta lomba sendiri juga diperhitungkan sebagai tolok ukur kesuksesan sebuah lomba.
Ndalem Ngabean Baluwarti masih tetap sebagai pilihan tepat untuk mengadakan lomba, karena alasan kenyamanan peserta yang dapat dengan santai lesehan sambil menonton dan memperhatikan burungnya berlaga, selain itu juga lebih dapat memantau potensi produk ternakan ataupun masteran tanpa terganggu teriakan penonton



Papburi Solo masih pada konsistensinya untuk menyajikan lomba yang lebih terarah pada kualitas dan pakem untuk menguji kemampuan burung lomba, setelah melalui berbagai tahapan selama 2 tahun terakhir diharapkan mampu memberikan yang terbaik untuk kemajuan kicauan dan kenyamanan peserta lomba. Mungkin dengan menjalin komunikasi yang positif akan terasa lebih terbuka untuk sebuah harapan, kenyamanan dan kepuasan.

Jumat, 17 April 2009

Hot News Mei' 09



Untuk memenuhi keinginan penggemar yang sudah mulai tidak sabar untuk menampilkan jagoannya, pada tanggal 17 Mei 2009 Papburi Solo menggelar lomba kenari dan disertakan juga event Q-max untuk kelas Anis merah dan Anis hitam. Dengan ini kami berharap mudah mudahan penggemar dapat menikmati lomba tanpa teriak sajian Papburi. Selain adanya lomba kami juga menggelar "Bursa kenari" yang akan diikuti berbagai kalangan penggemar dan peternak kenari di Solo dan sekitarnya.

Rabu, 15 April 2009

Image Profile





























Sekilas Mengenal Papburi

Keberadaan Paguyuban Penggemar Burung Kenari ( PAPBURI ) memerlukan proses yang cukup panjang hingga sampai saat ini, berikut kami sampaikan kilas balik mengenal Papburi dari sisi sejarahnya :
GBPH Soerjobronto adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, dan juga adik Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Almarhum adalah pecinta burung kenari sejak zaman Belanda. Kecintaan beliau terhadap kenari mengalir kepada dua putranya, yaitu RM Danis Albikoen dan Brigjend (Purn) RM Noeryanto, SH.
RM Danis Albikun lahir di Yogyakarta 20 Agustus 1938 dan tinggal di nDalem Suryowijayan MJI/340. Mulai tahun 1955, Kenari sudah menjadi bagian dari hidupnya. Sama seperti adiknya RM Noeryanto, RM Danis Albikoen (Romo Danis, biasanya dipanggil) adalah salah satu tokoh kenari sepuh Yogyakarta.
Romo Danis banyak mengoleksi kenari, hampir semua jenis kenari import pernah dipelihara, diternakkan, dan disilangkan. ”Dulu kenari yang masuk di Indonesia umumnya besar-besar, meskipun holand, tidak sekecil sekarang,” jelasnya.
Selain langsung dari luar negeri, di Yogyakarta Romo Danies biasa membeli burung dari almarhum Pak Budiono (Ngasem). Almarhum Pak Budiono juga banyak sekali mendatangkan kenari-kenari dari luar negeri, meskipun juga banyak mengambil dari peternak di Malang. Beliau mengingat, bersama adiknya (Pak Nur) pernah dua kali membeli kenari dari almarhum Dr H Soemadi M Wonohito, SH (Bos KR) pada tahun 1959.
Romo Danis menegaskan, bahwa kedua almarhum itulah tokoh kunci dalam penyebaran kenari import di Yogyakarta. Mereka juga yang nantinya membidani berdirinya PAPBURI di nDalem Suryowijayan tahun 1999.
Sebagai cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, Romo Danies sangat bersahaja. Banyak kiprah yang sudah dilakukan beliau dalam memajukan dunia kenari. Salah satunya adalah menjadikan nDalem Suryowijayan sebagai tempat sarasehan kenari, bursa kenari, bahkan menjadikan nDalem Suryowijayan sebagai markas besar PAPBURI (Paguyuban Penggemar Burung Kenari) dan tentu sekaligus menjadi tempat lomba paling prestisius PAPBURI sejak tahun 2002 sampai dengan saat ini.
Beliau berharap dengan hobi burung kenari bisa mengenal rakyat dari berbagai lapisan masyarakat dengan lebih dekat. Tidak hanya itu, sebagai tokoh sepuh, Romo Danis masih sempat menurunkan burungnya dalam lomba yang PAPBURI selenggarakan, burung abu-abu dengan nama Inul beberapa kali juara dalam event dimaksud.
Romo Danis adalah salah satu penggagas berdirinya PAPBURI (Paguyuban Penggemar Burung Kenari) pada tanggal 12 Mei 1999. Beberapa teman yang sangat berperan penting dalam pendirian PAPBURI adalah Bambang Setiawan (pencetus ide/wakil ketua), Alm Dr H Soemadi M Wonohito SH (pelindung), Alm Budiono (penasehat), Gunawan (penasehat), Shony Djarot Sanityo, Drs (sekretaris I), Andy Surya Wibawa, ST (sekretaris II), Arcadius Armanto (bendahara I), Yunita Dewi, SE, MM (bendahara II), dan Sungkono. Pada kepengurusan PAPBURI pertama ini, Romo Danis dipercaya menjabat sebagai ketua.
Banyak sekali karya yang sudah dilakukan, antara lain membuat Anggaran Dasar PAPBURI, sosialisasi dan merekrut anggota PAPBURI, bursa burung kenari 14 November 1999, bursa/ pameran burung kenari 3 September 2000, dan sarasehan virus burung 13 Oktober 2002 dengan pembicara Dr Joko Santoso, Dr Drh Edi Boedi Santoso MP dan bapak Gunawan. Bahkan sebelum mendirikan PAPBURI, Romo Danis Albikoen sudah beberapa kali menyelenggarakan penyuluhan dan sarasehan bekerja sama dengan Dinas Peternakan DIY.
Karena kecintaan yang sangat dalam terhadap burung kenari, dalam hidup Romo Danis tidak bisa lepas dari burung indah itu. Kalau toh pernah berhenti beternak, karena tugas dan pekerjaan diluar kota dan luar propinsi, beberapa tahun kemudian kembali aktif beternak. Saking lamanya beliau beternak dan memelihara kenari, hingga romo Danis membagi dalam 4 periode.
Periode I tahun 1956 - 1960, Beternak kenari bersama ayahanda, murni sebagai hobbies. Pada periode ini beliau mengenal banyak tokoh kenarimania sepuh seperti almarhum Dr H Soemadi M Wonohito SH, bapak Umar Singgih (Guru SMP Negeri 2), Ir Soetjipto, Ketua Penggemar Anggrek Indonesia (PAI) Cabang Yogyakarta, almarhum Pak Budiono, Pak Jang Kiem, Om Hong Gwan dan masih banyak lagi.
Pada tahun 1960 beliau berhenti beternak karena bekerja di Jakarta dan Kalimantan. Pada periode ini beliau menyempatkan diri dua kali, yaitu tahun 1983 dan 1984 keliling Belanda melihat-lihat kenari diberbagai toko kenari disana. Beliau berusaha belajar guna perbandingan dengan kenari-kenari yang ada di Indonesia.
Periode II tahun 1988, ternak kenari import, antara lain Yorkshire, WS, Border, Tim Brado, Siskin, Gloster, Fancy, dan Frill. Pada periode ini beliau sangat memahami karakteristik beternak kenari, sangat faham mana kenari yang bisa diternak dan mana yang tidak bisa. Beliau sudah sangat kenyang pengalaman beternak macam-macam kenari import. Karena sejak tahun 1988 kenari yang Romo Danis pelihara hanya jenis import saja. Pada permulaan tahun 2004 beliau berhenti beternak kembali.
Periode III, tahun 2004 - 2008, hanya memelihara kenari jantan, sebagai klangenan, merdunya suara kenari membuat beliau tidak pernah bisa lepas dari kenari.
Periode IV, Oktober 2008 sampai Sekarang, mulai beternak lagi khusus kenari jenis besar, seperti yorkshire, F2, dan F1. Hal ini didukung oleh adiknya Brigjend (Purn) RM Noeryanto, SH yang memasuki masa purna tugas sebagai perwira tinggi TNI AD, yang mana banyak menghadirkan burung-burung import terutama jenis yorkshire.
”PAPBURI dengan ketua baru Drs Eko Budi Siswoyo, seorang pelomba kawakan, pengusaha andal, dan jagoan marketing, saya yakin PAPBURI akan terus berkembang dalam segala bidang, di antaranya ternak, lomba, dan kualitas burung kenari di Yogyakarta,” kata Romo Danis.

sumber : http://www.papburijogja.co.cc

Senin, 10 Januari 2005

Sepenggal Sejarah Perkembangan Burung Kenari

oleh : Sunbirdscare Sbc

1402 – 1496 Seperti yang kita ketahui bahwa pada abad ke-15, Jean de Bethencourt membawa burung kenari untuk pertama kali ke Spanyol dan kemudian ke Perancis, selama Penaklukan Kepulauan Kenari (Canary Islands) untuk Raja Carlos VII dari kerajaan Spanyol. Pada masa itu juga, Henry the Navigator tiba di Azores dan membawa burung kenari pertama ke Portugal dan kemungkinan ke Inggris.Kerajaan adalah tempat favorit untuk memelihara kenari. Para pendeta di Spanyol juga mencari tambahan nafkah dengan mengembang biakkan, menjual dan mengekspor. Burung kenari yang dijual oleh para pendeta hanyalah yang berjenis jantan saja, sehingga membuat pengendalian penjualan dengan cara monopoli karena hanya mereka sajalah yang bisa mengembang biakkan, hal ini berlangsung bertahun-tahun.
  • 1545 Menurut tulisan Conrad Von Gesner, pakar ilmu hewan moderen, burung kenari juga sudah ditemukan dan dipelihara di Inggris.“Burung-burung kenari tersebut di sini, di Inggris, dinamakan sugar birds dan hanya orang kaya saja yang mampu memelihara …”Pada waktu yang sama juga diinformasikan bahwa burung kenari dipelihara di Flanders. Menurut sejarawan, pada akhir abad ke-15 Spanyol menaklukkan Amerika dan kembali merebut Grenada dari tangan musuh. Putra dari Juana dan Felipe, Carlos I dari Spanyol dan Kaisar V dari Jerman mewarisi beberapa negara di Eropa, termasuk Flanders, Holland, Luxemburg dan Burgundy, dengan dalih adanya perdagangan dan hubungan darah antara daerah ini dan Spanyol.1556 Dicatat oleh sejarah bahwa burung kenari pertama tiba di Amerika tetapi masih jarang ditemukan sampai dengan akhir abad ke-19.
  • 1575 Selama pemerintahan Felipe II dari Spanyol (1575 – 1598) pengungsi yang taat beragama dari the Lower Country (Netherlands) tiba di kota Norwich di Inggris. Pengungsi ini membawa burung kenari yang kelak akan menjadi cikal bakal kenari jenis Norwich.
  • 1585 Pada tahun ini diyakini bahwa burung kenari berwarna kuning pertama diberikan oleh Sir Walter Raleigh kepada Ratu Elizabeth I. Untuk menghargai peristiwa ini, Shakespeare menggubah soneta yang menceritakan bagaimana sang Ratu mengubah burung kenari menjadi emas.
  • 1622 Sekitar abad ke-16, burung kenari telah dikembang biakkan di Itali, mereka mungkin mendapatkan burung betina dari perdagangan gelap atau kesalahan identifikasi jenis kelamin ketika mereka mengimpor dari Spanyol. The Leyend of the Island of Elba (1622), sebuah tulisan dari Giovanni Pietro de Olina yang menceritakan tentang sebuah kapal Spanyol berlayar menuju Lighorn yang dilanda badai dan harus berlabuh di pantai antara Pulau Elba dan Tuscany, terlihat ada sebuah muatan burung kenari yang dilepaskan dan kemudian hidup di pedalaman. Orang Italia dengan segera mengambil kesempatan dari kecelakaan tersebut, mengembang biakkan dan memperdagangkan produksinya. Pedagang burung membawa burung kenari sepanjang pegunungan Alpen sempai Tyrol di Jerman.
  • 1667 Burung kenari berwarna Putih Dominan terlihat di Jerman.
  • 1685 Huguenot melarikan diri dari Perancis ke Edinburgh di Inggris dan membawa burung kenarinya, yang kelak menjadi cikal bakal kenari jenis Lizard dan jenis yang telah punah sejak lama (1830), London Fancy.
  • 1700 Kenari jenis Saxon terkenal di Jerman dan di negara sekitarnya, kenari ini adalah leluhur dari Colorbred Canary (burung kenari warna).
  • 1709 Hervieux de Chanteloup menerbitkan bukunya, Nouveau Traité au Serins, yang di dalamnya terdapat daftar 29 variasi warna kenari, termasuk Lizard, Crested, mata merah, intensif dan lain sebagainya.
  • 1713 Ada dokumen tertulis dan pernyataan adanya burung yang memiliki lagu seperti air, yang kelak menjadi cikal bakal dari burung kenari jenis Malinois atau Waterslager.
  • 1750 Sekitar tahun ini di the Lower Country (Flanders), kenari jenis Old Holland dan kemudian Great Canary of Ghents terkenal karena ukurannya yang besar, sikap melengkung dan sedikit berbulu balik (Frill). Burung ini menjadi pendahulu kenari jenis bongkok dan frill.
  • 1770 Kenari jenis Crested (mempunyai jambul di kepala) pertama kali terlihat, walau baru tahun 1800 kenari jenis Crested resmi diakui sebagai salah satu jenis kenari.
  • 1800 Dari kota Nuremburg, Jerman, ribuan kenari jenis Saxon diekspor ke seluruh dunia.Penampilan pertama kali kenari jenis Belgian Hunchback (Belge Bossu) dan menjadi salah satu jenis kenari bulu balik pertama (Frill)1850 Scotch Fancy pertama kali diakui sebagai salah satu jenis kenari.
  • 1873 Pada Kejuaraan Nasional Inggris, terlihat Norwich pertama yang diberi pakan pewarna, dimiliki dan dikonteskan oleh Edward Bemrose yang saat itu memakai sejenis cabe sebagai pakan pewarna.
  • 1880 Kenari jenis German Hartz Roller (Harzer Roller) tampil sempurna, milik Wilhem Trute dari St. Andreasburg di Pegunungan Hartz, Jerman.
  • 1900 Warna Agate hasil mutasi muncul di burung kenari hasil ternakan Helder dari Leewarden, Holland.
  • 1908 Kenari berwarna Putih Resesif pertama muncul di peternakan Nyonya Lee di Matinborough, Selandia Baru. Mutasi ini kemudian direproduksi di Inggris dan diresmikan pada tahun
  • 1912.Peternak Spanyol adalah orang pertama yang menyilangkan burung kenari dengan Red Siskin (Carduelis Cucullata).
  • 1915 Peternak Jerman, Balser dari Fulda dan Dams dari Konigsburg menemukan bahwa dari hasil persilangan antara Siskin dengan kenari ada yang subur. Bruno Martern dari Prussia memproduksi kenari pertama dengan warna red factor pada tahun 1925.
  • 1921 Adalah Hans Duncker (1881 – 1961), seorang guru dan ahli genetika paruh waktu, bersama dengan Karl Reicht yang bertanggung jawab atas tugas memproduksi kenari merah. Inisitif mereka, yang sebenarnya mengambil hampir seluruh kehidupannya, dihargai setingginya tetapi belumlah sempurna.
  • 1930 Dari hasil produksi Duncker dan Reicht, Anthony K. Gill dan Charles Bennet mengambil alih misi. Bennet menemukan hubungan yang hilang, mensuplai karotin. Julius Henninger juga mengembang biakkan burung dengan warna yang diinginkan, secara genetika, dapat diperoleh dari pemberian pakan pewarna. Bukunya, Farben Kanarien, Maximillian, 1962 adalah petunjuk praktis untuk berternak kenari warna.
  • 1934 Kenari berwarna Bronze pertama kali ditemukan, hasil persilangan kenari melanin dengan Siskin.1944 – 1952 Gustave Smet dan Marcel Ciouta adalah pakar peternak kenari warna, tetapi belum menemukan intensitas yang diingankan dari warna merah. Pada tahun 1960an, Hoffman La Roche menciptakan sebuah produk untuk mengintensitaskan warna kuning telur untuk industri peternakan (Roxanthin Red-10). Produk ini akan digunakan pada tahun 1964 oleh para peternak kenari untuk mendapatkan pewarnaan yang diinginkan pada kenari merah.
  • 1949 Warna mutasi Opal didapatkan dari sepasang Harzer Roller di peternakan Rosner di Furth, Jerman.1950 Di antara burung kenari hasil ternakan P.J. Helder di Holland terlihat mutasi Rose dari sepasang kenari merah. Pada tahun 1960, Ivory muncul di peternakan Willi Robner di Jerman.
  • 1959 Warna Pastel Melanin pertama terlihat dari sepasang kenari warna Red Isabel milik Brockmayer dari Netherlands.1960 Warna Dimorphic (Mosaic) muncul di Italy, terlahir dari hasil persilangan kenari merah dengan Gloster.1965 Mutasi warna Phaeo terlihat dari hasil peternakan Kuppens di Brussel, Belgia.1966 Mutasi grey-wing terlihat di Italy.
  • 1967 Mutasi warna Satinette terlihat di Argentina dari hasil peternakan Primitivo Calderón dan dua tahun kemudian ditemukan di Perancis.
  • 1981 Mutasi warna Eumo muncul di peternakan Van Haaf di Holland.
  • 1985 Mutasi warna Topaz ditemukan oleh peternak dan disempurnakan oleh Mario Ascheri, pada tahun 1993 akhirnya diakui oleh C.O.M. (Confédération Ornithologique Mondial/World Ornithological Confederation)1986 Mutasi warna Onyx terlihat di Valencia, Spanyol di peternakan Beliver Bersaudara.
  • 1994 Mutasi warna Cobalt terlihat di peternakan Karl Werner di Jerman.