Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2013

Mari Breeding Burung Untuk Mencegah Kepunahan

Melihat dan mengamati perkembangan minat untuk memelihara burung kicauan dengan bermacam-macam tujuan pada waktu akhir-akhir ini, dimana semakin hari menunjukkan peningkatan yang signifikan apalagi sebagian besar burung-burung kicauan yang diperjualbelikan adalah burung tangkapan alam atau hutan, baik berumur muda maupun sudah dewasa dan ada yang sudah tua, maka sudah seharusnya ada kicau mania yang bergerak untuk mempelopori usaha  penangkaran ataupun breeding burung berkicau.
    Eksploitasi besar-besaran terhadap burung berkicau dari habitatnya di hutan tanpa diimbangi dengan usaha penangkaran untuk mengembangbiakkan burung-burung kicauan tersebut akan mengakibatkan kepunahan, sehingga pada akhirnya yang merasakan dampak dari kepunahan burung-burung kicauan tersebut salah satunya pasti kicaumania juga.
    Dengan melihat semakin seringnya intensitas lomba burung berkicau di berbagai daerah, baik yang berupa latihan bersama atau uji prestasi atau lomba lokal maupun lomba nasional, maka sudah dapat dipastikan akan semakin mendorong orang-orang (baik pengepul burung, pedagang burung, maupun penghobi burung )  untuk berusaha mempunyai ataupun menyediakan burung-burung kicauan tersebut meskipun harus mengekploitasi dari habitatnya di alam ataupun hutan.
    Sehingga sebetulnya kicaumania ,baik yang memelihara burung berkicau hanya untuk klangenan atau hobi semata maupun kicaumania yang sering melombakan burung kicauannya,  secara tidak langsung ikut andil dalam mempercepat kepunahan burung-burung berkicau tersebut karena hal ini akan mendorong para pedagang atau pengepul ( pencari atau pemburu burung dari alam atau hutan ) menjadi semakin bersemangat untuk memburu burung-burung berkicau tersebut.
    Tanda-tanda kepunahan  dari beberapa jenis burung berkicau saat ini sudah dapat dirasakan. Dari beberapa orang yang biasa berburu burung-burung berkicau di alam atau hutan dimana hasil buruannya dikumpulkan dan dijual kepada pedagang di pasar burung mengatakan, bahwa sekarang ini sudah sulit untuk mendapatkan burung jalak suren Jawa, branjangan jawa Tengah/Yogya, decu di alam. Bahkan burung prenjak, ciblek , dan gelatik Jawa sekarang ini juga semakin jarang ditemukan di habitatnya. Hal ini membuktikan bahwa eksploitasi atau penangkapan besar-besaran dengan intensitas yang sering telah mengakibatkan jumlah atau populasi burung-burung tersebut semakin berkurang  dan bila hal ini dibiarkan terus tanpa diimbangi dengan usaha penangkaran akan betul-betul mengakibatkan kepunahan.
    Terus ke manakah larinya burung-burung berkicau yang jumlah atau populasinya semakin berkurang  menuju ke kepunahan ( mis. Anis merah, murai batu, cocak hijau, branjangan dan sebagainya ) bila tidak ke kicaumania, baik yang bertujuan untuk hobi semata maupun  kicaumania yang sering terjun ke lomba burung.
    Saat ini memang sudah ada beberapa orang yang sadar akan keadaan dan kondisi populasi burung-burung berkicau tersebut dan berusaha untuk menangkarkan atau mengembangbiakkan agar tidak terjadi kepunahan ( mis.breeding cocak rowo, murai batu,kacer, kenari, dan lain sebagainya ) sehingga hobi memelihara burung berkicau masih bisa disalurkan. Penangkar-penangkar ini murni dari kicaumania yang dengan sukarela merogoh koceknya sendiri untuk berusaha mengembangbiakkan burung-burung berkicau tersebut meski ilmu untuk penangkaran kadang-kadang tidak memadai sehingga yang ditemui bukan kesuksesan tetapi seringkali kegagalan. Namun demikian, mereka tetap semangat dan kegagalan bukan masalah . Mereka terus berinovasi mengembangkan cara-cara supaya usaha penangkaran dapat berhasil dan meningkatkan produktivitas burung-burung yang berhasil ditangkarkan.
    Meskipun burung-burung yang mengalami kepunahan  merupakan proses evolusi tetapi tidak ada salahnya hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan para kicaumania, dengan kata lain sebaiknya kicaumania bergandengtangan dengan pemerintah untuk mencegah terjadinya kepunahan karena bagaimanapun juga burung-burung berkicau tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bagian kekayaan alam negeri kita Indonesia tercinta. Pemerintah bisa membantu kicaumania yang berminat terjun ke penangkaran dengan cara membantu dana untuk modal usaha ( bisa berupa pinjaman bank dengan syarat dan bunga ringan ) maupun teknik-teknik penangkaran atau pengembangbiakan ( lewat penyuluhan Departemen maupun dinas kehewanan, kesehatan maupun dinas terkait lainnya ).
    Tetapi sepertinya pemerintah tidak tanggap terhadap hal ini ( mungkin hal ini dianggap sepele oleh pemerintah ) tetapi sebetulnya hal ini masalah yang krusial bagi kicaumania. Bila kita tengok berapa banyak orang yang berada dalam rantai bisnis burung berkicau ini mulai dari pencari kroto,peternak jangkrik ,produsen voer ,penjual atau pedagang pakan burung , pengrajin atau pembuat sangkar, pedagang sangkar,pembuat asesoris sangkar ( tempat makan,minum,gantangan,tangkringan dan sebagainya ),pedagang asesoris sangkar,penangkar burung,pedagang burung, broker atau makelar burung, event organizer lomba burung,tukang parkir pasar burung maupun parkir lomba burung,tempat yang disewakan untuk lomba burung, persewaan kursi dan gantangan untuk lomba burung,juri lomba burung,dan sebagainya. Betapa panjang mata rantai dari bisnis burung kicauan ini dan berapa orang yang dapat dihidupi dari bisnis ini. Mungkin pemerintah tidak memikirkan hal seperti ini.
    Mari para kicaumania segera sadar dan bangkit untuk segera berlomba-lomba untuk menangkar burung-burung berkicau agar tidak terjadi kepunahan sehingga kita masih bisa memelihara dan mendengarkan merdunya kicauan burung-burung itu dan kita masih bisa membawanya ke lapangan untuk dilombakan maupun kita perdagangkan burung-burung berkicau hasil penangkaran ( yg tidak melanggar UU ) agar dapur rumah kita tetap mengepul asapnya. Tidak perlu ragu dan menunggu peran pemerintah karena bisnis penangkaran burung berkicau ini masih menjanjikan dan mempunyai prospek yang bagus sebagai mata pencaharian di tengah sulitnya mencari pekerjaan saat ini. Ingatlah peluang datangnya hanya sekali, siapa yang segera memanfaatkan peluang maka dialah yang akan menuai sukses pertama kali.

Senin, 12 Desember 2011

Lestari Subarjo ( Ring : TARI S CLA-X )

Bagi sebagian besar kicaumania pasti menyukai burung berkicau yang mempunyai lagu yang bervariasi, selain volume suara maupun gaya atau penampilan dan lain sebagainya. Karena dengan lagu yang bervariasi maka para pecinta ocehan tidak akan bosan mendengarkan lagu yang dilantunkan oleh burung berkicau kesayangannya. Apalagi bagi kicaumania yang sering menurunkan burung jagoannya ke arena lomba burung berkicau, karena salah satu point yang menjadi obyek penilaian adalah variasi lagu dan point ini menempati rangking pertama diantara point-point lainnya.
Salah satu cara agar burung ocehan mempunyai lagu yang bervariasi adalah dengan menempel burung yang akan dimaster dengan burung master yang kita maksud. Salah satu kicaumania yang merintis untuk memaster burung berkicau agar mempunyai lagu yang bervariasi adalah Lestari Subarjo.
Lestari Subarjo atau biasa dipanggil Tari, kelahiran Klaten 5 Oktober 1973, kepada Papburi Solo menerangkan bahwa dirinya mulai merintis memaster burung sejak tahun 2004 dan waktu itu burung yang dimaster adalah burung kenari.
Selain memaster burung kenari, mulai tahun 2009 Tari mencoba untuk menangkarkan burung kenari.

Saat awal menangkarkan burung kenari,Tari menggunakan indukan jantan AF dan induk betina AF. Induk jantan yang dipakai Tari bukan sembarang kenari karena kenari tersebut merupakan kenari berkualitas lomba dimana sudah sering turun ke arena lomba burung berkicau bahkan sudah sering menggondol juara. Induk jantan yang dipakai Tari saat itu adalah trah Pangeran, panglima, dan lain sebagainya.


Di rumah Tari yang beralamat di Ngladon, Joton, Jogonalan, Klaten saat Papburi Solo berkunjung terdapat seekor kenari F1, seekor AF dan seekor kenari F3 sebagai induk jantannya. Untuk induk betinanya terdiri dari seekor kenari betina F1 dan sepuluh ekor kenari betina AF.

Dengan komposisi indukan seperti itu, peternakan kenari Tari dapat menghasilkan beberapa jenis anakan dimana tiap anakan kenari hasil breeding Tari menggunakan Ring TARI S CLA-X sebagai tanda bahwa anakan kenari yang memakai ring tersebut adalah hasil dari peternakan Tari alias Lestari Subarjo.

Untuk harga anakan kenarinya, Tari mempunyai harga yang bervariasi. Anakan kenari dari silangan induk AF dengan F1 dihargai antara Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu. Untuk anakan kenari dari silangan induk AF dengan AF mempunyai harga antara Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu. Sedangkan untuk anakan kenari dari induk F1 dengan F1 seharga Rp 500 ribu. Tari memberi harga minimal Rp 750 ribu untuk kenari yang sudah dimaster.

“ Jadi sekarang ini saya selain peternak juga pemaster burung kenari, bagi yang berminat dengan anakan kenari atau kenari yang sudah dimaster dapat menghubungi saya “, kata Tari saat menutup pembicaraan dengan Papburi Solo.

Kamis, 01 Desember 2011

Totok Pujiarto ( Ring : YOSHUA )

Bagi sebagian orang dalam memulai usaha yang merupakan bidang baru bagi dirinya umumnya dimulai dari pekerjaan yang mudah dan dana yang dibutuhkan untuk modal tidak terlalu besar. Hal ini dimaksudkan selain sebagai bahan pembelajaran juga untuk mengantisipasi agar tidak menanggung kerugian yang terlalu besar apabila usaha yang dijalankannya ternyata tidak berkembang.
Begitu juga dalam bidang breeding, dimana usaha ini bagi sebagian orang adalah usaha yang mudah dijalankan dan dapat memperoleh hasil yang menggiurkan.Pelaku bisnis yang berpendapat seperti itu tentunya adalah orang yang sudah mengetahui seluk beluk dunia breeding, tetapi bagi bisnisman pemula, apalagi yang hanya ikut-ikutan dan tidak mempunyai referensi mengenai dunia breeding, tentu menganggap dunia breeding adalah sesuatu hal yang masih misterius yang menantang untuk ditaklukkan. Sehingga banyak breeder pemula yang terjun ke dunia ternak semula hanya sekedar coba-coba, seperti halnya yang dilakukan oleh Totok Pujiarto.
Totok Pujiarto, lelaki kelahiran Sragen tanggal 12 Juli 1979, menggeluti dunia ternak burung kenari semula hanya sekedar coba-coba.” Saya mencoba untuk beternak kenari sekitar tahun 2008. Saat itu saya hanya beternak kenari lokal saja dan jumlah indukan ada sekitar 60 pasang induk kenari lokal ”, jelas Totok Pujiarto kepada Papburi Solo.
Meskipun sempat vakum dari dunia breeding pada awal tahun 2010, tetapi Totok Pujiarto bangkit kembali pada akhir tahun 2010. Komposisi indukan yang dipakai Totok adalah untuk induk jantan terdiri dari dua ekor kenari Yorkshire, seekor kenari F2, kenari merah Holland, dua ekor Gloster, seekor kenari AF, dan enam ekor kenari lokal. Untuk induk betina terdiri dari lima ekor kenari AF, 30 ekor kenari lokal, dan dua ekor Gloster.

Dengan komposisi indukan seperti itu, peternakan burung kenari Totok Pujiarto dapat menghasilkan beberapa jenis anakan kenari, dimana tiap anakan kenari dari breeding Totok Pujiarto menggunakan Ring YOSHUA sebagai ciri khas breedingnya.
Bagi yang berminat membeli anakan kenari dari breeding Totok Pujiarto dapat langsung ke rumah dengan alamat Gambiran 01/05 Sine, Sragen. Harga untuk anakan kenari bervariasi menurut jenisnya, yaitu untuk anakan kenari F1 Yorkshire seharga antara Rp 550 ribu sampai Rp 600 ribu, untuk anakan kenari dari induk AF dengan F2 diberi harga antara Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu, anakan kenari gloster murni antara Rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu, anakan kenari F1 Gloster mempunyai harga Rp 200 ribu, dan untuk anakan kenari jenis lokal seharga Rp 90 ribu saja.
Dengan berhasilnya peternakan Totok Pujiarto menghasilkan beberapa jenis anakan kenari, maka sekarang Totok Pujiarto sudah bisa merasakan hasil jerih payahnya di bidang breeding kenari. “ Saya sekarang sudah bisa merasakan hasil dari breeding yang saya jalankan, padahal saya semula hanya coba-coba dalam menjalankan usaha breeding kenari ini dan sekarang ternyata menjadi bisnis sampingan saya “, kata Totok Pujiarto menutup pembicaraan dengan Papburi Solo.

Senin, 21 November 2011

Dasa Warsa Ring Thunder

Sumadi Joko Sumarno, peternak kenari dengan ring Thunder, merupakan breeder kawakan karena sudah merintis breeding pada tahun 1980 yaitu beternak ayam bekisar. Sebelum memakai ring Thunder, Sumadi menggunakan ring Partner untuk ternak kenarinya.

Tahun 2000 Sumadi mulai belajar breeding kenari, tetapi ternak kenari yang digelutinya tidak bertahan lama karena segera berganti breeding love bird yang sedang naik daun. Tapi breeding love birdnya juga tidak kekal karena harga yang berfluktuasi dan segera berganti dengan beternak burung perkutut dan kemudian berganti lagi dengan beternak derkuku.



Baru tahun 2007 Sumadi serius breeding kenari sampai sekarang. Pada awal breeding Sumadi menggunakan induk yang terdiri dari Yorkshire, Border, Water Slanger, dan Lizard. Sedangkan saat ini induk yang dipakai Sumadi terdiri dari seekor kenari Yorkshire ring tahun 09, seekor kenari Lancashire ring tahun 08, dan seekor kenari F1 sebagai pejantannya. Sedangkan induk betinanya Sumadi sekarang menggunakan dua ekor kenari betina Yorkshire, dua ekor kenari betina Spanish Timbrado, empat ekor kenari Water Slanger, dua ekor kenari F2, empat ekor kenari F1, 10 ekor kenari AF , dan lima ekor kenari betina yang merupakan hasil silangan dari Spanish Timbrado dengan kenari F1 atau AF.




Kendala yang dihadapi Sumadi dalam breeding kenari adalah penyiapan kenari betina F2-Yorkshire.” Kendala nya pada saat penyiapan kenari betina F2-Yorkshire” jawab Sumadi saat ditanya Papburi Solo tentang kendala yang dihadapi saat beternak kenari.

Anakan kenari hasil ternak Sumadi dibeli langsung oleh buyer di rumah, dimana harga anakan kenari F1 dibandrol Rp 800 ribu, anakan kenari F2 diberi harga oleh Sumadi antara Rp 1 juta sampai Rp 1.300. 000, sedangkan anakan kenari F3 dipatok Sumadi dengan harga Rp 1.500.000

Selasa, 20 September 2011

SUTARDI ( RING : NT/TARDI )

Banyak orang yang dalam melakukan usaha belum tentu sekali langsung berhasil, mungkin diperlukan beberapa kali usaha baik di bidang yang sama maupun di lain bidang. Bidang usaha yang akan ditekuni seseorang tentunya adalah bidang usaha yang paling menguntungkan dirinya.
Begitu juga dengan yang dialami oleh Sutardi Hadi Prayitno atau biasa dipanggil dengan Pak Tardi ini. Pada awalnya Pak Tardi adalah penghobi burung ocehan pada sekitar tahun 1998, kemudian berkeinginan untuk mencoba beternak dan pada sekitar tahun 1999 mulai beternak burung perkutut. Tetapi breeding perkututnya tidak bertahan lama sehingga sekitar tahun 2000 berganti beternak burung love bird dan burung kenari.
Akhirnya mulai tahun 2001 Pak Tardi mulai fokus ke breeding kenari saja sedangkan ternak burung love birdnya tidak dilanjutkan karena menurut perhitungannya lebih menguntungkan breeding kenari. Saat itu Pak Tardi menggunakan induk jantan seekor kenari F1 dan induk betina kenari lokal sebanyak 10 ekor.
Breeding kenari Pak Tardi lambat laun mulai kelihatan hasilnya sehingga pada tahun 2004 Pak Tardi mengganti komposisi indukan menjadi indukan jantan menggunakan seekor kenari F3 dan seekor kenari Yorkshire sedangkan induk betinanya menggunakan kenari betina lokal, AF, F1, dan F2.
Breeding kenari Pak Tardi berkembang terus sehingga saat sekarang ini Pak Tardi menggunakan induk jantan terdiri dari seekor Yorkshire, seekor Lancashire, seekor F2, dan dua ekor F1. Sedangkan induk betinanya terdiri dari delapan ekor kenari betina lokal, empat ekor kenari betina F1, dua ekor F2, dan 16 ekor kenari betina AF.
Sebagai ciri agar tidak keliru dengan anakan kenari dari breeder lain, Pak Tardi menggunakan ring NT/TARDI sebagai ciri anakan kenari hasil produk peternakannya. Selama ini kenarimania yang berminat meminang kenari hasil produk peternakan Pak Tardi membeli langsung ke rumah yang beralamatkan di Karangasem 01/V Sraten, Gatak, Sukoharjo. Adapun untuk harga anakan kenari Pak Tardi memberi harga antara Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu untuk anakan kenari dari induk F1 dengan AF, untuk anakan dari induk F2 dengan AF diberi harga Rp 300 ribu. Untuk anakan kenari F1 seharga antara Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta, sedangkan anakan kenari F2 antara Rp 1.400.000 sampai Rp 1.600.000. Harga untuk anakan kenari F3 adalah sekitar Rp 2 juta.


Tardi (NT/TARDI)
Karangasem 01/V Sraten, Gatak, Sukoharjo;
08572534455

Kamis, 28 Juli 2011

Ring TKM-DK Siap Ramaikan Pasar

Apabila kita membicarakan dunia burung berkicau maka tidak bisa dipisahkan dari kata hobi. Karena memang pada awalnya para kicaumania memelihara burung berkicau hanya sekedar hobi untuk mendengarkan nyanyian yang dilantunkan oleh sang burung ocehan tersebut atau hanya sebagai hiasan bila tidak didengarkan lagunya tetapi hanya dipandang warna bulunya yang menarik atau unik.
Seiring berjalannya waktu bagi sebagian kicaumania memelihara burung berkicau tidak hanya sebatas hobi rumahan saja tetapi juga berkeinginan untuk beternak bila ocehan tersebut dapat diternak dan bagi sebagian kicaumania yang lain ingin menurunkan ocehannya ke arena lomba atau kontes burung berkicau.
Tidak sedikit pula kicaumania yang ocehannya sering menggondol gelar juara di arena lomba atau kontes burung berkicau akhirnya menjadikan jagoannya tersebut sebagai indukan untuk diternak dengan harapan dapat menghasilkan keturunan yang berkualitas.
Salah satunya adalah Tukimin.
Pada awalnya Tukimin adalah kicaumania yang sering turun ke arena lomba burung burung berkicau dan suatu ketika pernah membawa kenari Yorkshire ke arena lomba burung berkicau untuk dilombakan di kelas kenari. Saat itulah awal Tukimin bermain kenari dan baru pada sekitar tahun 2005 Tukimin memulai ternak kenari dimana saat itu induk jantannya menggunakan kenari AF sedangkan induk betinanya menggunakan kenari betina lokal dan AF. “ Sekitar tahun 2006 saya pernah menghasilkan anakan kenari F2 Yorkshire dan laku terjual seharga Rp 500 ribu “ kata Tukimin kepada Papburi Solo di rumahnya yang beralamat di Desa Dukuh Kelurahan Dukuh Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten.
Untuk saat ini Tukimin menggunakan indukan jantan yang terdiri dari seekor kenari AF pernah juara di lomba burung berkicau, seekor kenari F2, dan lima ekor kenari AF. Sedangkan induk betinanya menggunakan 15 ekor kenari lokal, dua ekor kenari AF, dan dua ekor kenari betina F1.
Karena Tukimin menggunakan salah satu indukan yang pernah juara di lomba burung berkicau, maka anakan kenari yang dihasilkan diberi sebutan anakan trah. “ Yang dimaksud anakan trah adalah anakan kenari yang berasal dari salah satu induk yang pernah juara di arena lomba burung bekicau “ jelas Tukimin kepada Papburi Solo saat ditanya maksud istilah anakan trah.
Untuk harga anakan kenari hasil breedingnya, Tukimin memberi harga Rp 125 ribu untuk anakan kenari lokal, untuk anakan kenari AF dibandrol antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu, sedangkan harga anakan kenari AF trah diberi harga antara Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu.









“Pembeli anakan kenari saya sementara ini masih lingkup dekat “ jawab Tukimin saat ditanya Papburi Solo tentang pembeli anakan kenarinya. Sebelum menutup pembicaraan dengan Papburi Solo Tukimin mengingatkan anakan kenari hasil breedingnya menggunakan ring TKM-DK. “ Jangan lupa saya menggunakan ring TKM- DK “ ingat Tukimin kepada Papburi Solo.

Jumat, 08 Juli 2011

' DUA DEWI ' Semakin Menawan

Diversifikasi usaha merupakan salah satu strategi bisnis atau dagang seseorang untuk memperluas pangsa pasarnya di samping tentu saja untuk menambah pundi-pundi kekayaannya. Diversifikasi usaha atau melakukan perdagangan lebih dari satu jenis usaha dapat dilakukan oleh pebisnis yang mempunyai insting atau naluri dagang yang kuat selain mempunyai perhitungan yang akurat tentang dunia usaha baru yang akan dilakukannya.
Hery Widada merupakan salah seorang pebisnis yang masuk dalam kriteria tersebut dimana sebelumnya Hery Widada telah menekuni bisnis kuliner dengan mempunyai beberapa kedai ayam goreng dan ayam bakar baik di Klaten maupun di Yogyakarta dan mulai tahun 2008 Hery Widada mencoba peruntungannya di dunia breeding kenari. Bahkan baru baru ini Hery Widada terpilih dan dipercaya untuk memimpin Paguyuban Penggemar Burung Kenari Klaten yang akan mengawali kiprahnya pada event Grand Launching Perdana Papburi Klaten pada tanggal 17 Juli 2011

Dunia perburungan bagi Hery Widada bukanlah hal baru karena sudah sejak tahun 1993 Hery Widada sudah berkecimpung di dunia burung berkicau atau ocehan dimana saat itu salah satu ocehan yang dipeliharanya adalah burung kenari. Sering pula Hery Widada membawa burung ocehan andalannya untuk turun ke berbagai arena lomba burung berkicau, sehingga dapat dikatakan Hery Widada ini selain penggemar atau penghobi burung berkicau juga merupakan pemain ocehan yang sering mengikuti lomba burung berkicau.
Pada awal beternak kenari yaitu pada tahun 2008 tersebut Hery Widada menggunakan dua ekor kenari lokal sebagai pejantan dan tiga ekor kenari betina lokal sebagai induk betinanya. Penggunaan kenari lokal sebagai indukan jantan tersebut hanya bertahan selama satu bulan karena setelah itu Hery Widada menggunakan kenari impor jenis Yorkshire sampai sekarang ini. Sedangkan induk betinanya menggunakan kenari betina lokal, AF, dan kenari betina F1.” Apabila anakan kenari berjenis kelamin betina maka anakan kenari tersebut tidak saya jual karena akan saya pakai sendiri untuk indukan “ jelas Hery Widada kepada Papburi Solo.
Setelah breeding kenarinya berjalan beberapa tahun dan menampakkan hasil maka Hery Widada saat ini mempunyai tiga ekor Yorkshire, seekor kenari F3, dan seekor kenari F1 sebagai pejantannya. Sedangkan induk betinanya sekarang terdiri dari enam ekor kenari betina local, 15 ekor betina F1, dan 25 ekor kenari betina AF. Setiap bulannya peternakan kenari milik Hery Widada ini menghasilkan rata-rata sekitar 25 anakan kenari.

Untuk masalah harga Hery Widada menentukannya berdasarkan persilangan indukannya yaitu untuk anakan kenari hasil persilangan induk AF dengan F1 dan dari indukan AF dengan F3 dihargai minimal Rp 500 ribu, sedangkan untuk anakan kenari F1 dihargai antara Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu. Untuk anakan trah seharga Rp 750 ribu, sedangkan untuk F2 diberi harga antara Rp 1 juta sampai dengan Rp 1.250.000.
Selain beternak, Hery Widada juga memaster anakan kenarinya dimana master yang dipakai adalah Blackthrout, Prenjak, Ciblek, dan Gelatik Wingko. Sampai sekarang Hery Widada masih mengikuti lomba burung berkicau, dan bisnis kulinernya pun masih berjalan. Inilah diversifikasi usaha ala Hery Widada yang memakai ring DUA DEWI untuk anakan kenari dari peternakannya.
Bagi yang berminat, baik terhadap anakan kenari atau kenari isian maupun ayam goreng dan ayam bakar Hery Widada, Papburi Solo mempersilakan untuk menghubungi Hery Widada dengan alamat Jln Kasatriyan, Daguran, Klaten Selatan.
Semoga sukses bos ...

( Program Ring Papburi Solo - Periode. I th 2011 )
Heri Widada SR
Jln Kasatriyan, Daguran, Klaten Selatan.
telp. 085878355858

Minggu, 19 Juni 2011

Coba Peluang Blacktroat bersama Ring VIO

Dalam memulai usaha memang kita dituntut untuk membuat perhitungan di atas kertas sedetail dan secermat mungkin agar usaha yang akan kita jalankan dapat berjalan dengan sukses sesuai dengan yang diharapkan sehingga dapat mencapai tujuan yang kita idam-idamkan. Meskipun untuk mencapai tujuan tersebut perlu kerja keras dan disertai dengan permohonan kepada Yang Maha Kuasa.
Begitu juga yang dilakukan Yamto dalam memulai usaha breeding kenari.Sebelum memutuskan untuk beternak kenari, Yamto berkeinginan untuk beternak jalan suren tetapi karena setelah dihitung secara keseluruhan ada beberapa hal yang menjadi kendala dalam beternak jalak suren. “ Kalau beternak kenari biayanya sedikit, mudah, dan harga cenderung stabil serta dapat dilombakan, sedangkan untuk beternak jalak suren biayanya lebih banyak, agak sulit, harga cenderung labil bahkan harga cenderung turun serta tidak dapat dilombakan “, terang Yamto saat ditanya Papburi Solo tentang perbedaan beternak kenari dengan beternak Jalak Suren.
Pada awalnya Yamto, kelahiran Klaten 16 September 1976 , adalah penghobi burung ocehan meskipun burung ocehan yang dipeliharanya bukan kelas lomba. Begitu cintanya dengan burung ocehan maka Yamto berkeinginan untuk dapat beternak burung ocehan dan pilihannya jatuh pada beternak kenari dengan berbagai pertimbangan sebelumnya.

Tahun 1998 Yamto mulai usaha breeding kenari dengan menggunakan pejantan Holland seekor dan tiga ekor betina Holland. Saat itu disamping breeding kenari Yamto juga masih pelihara burung ocehan . Hasil ternak kenarinya dibeli langsung oleh pembeli yang datang ke rumah Yamto yang beralamat di Ngladon, Joton, Jogonalan Kabupaten Klaten.
  • Setelah breedingnya berjalan beberapa waktu dan Yamto mendapat penghasilan dari breeding kenari tersebut dimana salah satu alasan Yamto beternak kenari adalah mendapat penghasilan atau sebagai mata pencaharian, maka indukan kenari yang dipakai Yamto saat ini sudah berkembang menjadi enam ekor indukan jantan yang terdiri dari dua ekor pejantan F2, seekor pejantan F1, dan tiga ekor pejantan AF. Sedangkan indukan betina berjumlah 11 ekor kenari Holland.

Dengan komposisi indukan yang dipakai Yamto tersebut, setiap bulannya menghasilkan rata-rata tujuh ekor anakan kenari. Yamto memberi harga anakan kenarinya bervariasi dari Rp 250 ribu sampai dengan Rp 500 ribu tergantung dari ukuran atau bentuk postur tubuhnya.
Saat Papburi Solo berkunjung ke rumah Yamto terdapat tiga ekor Blackthrout yang terdiri dari seekor pejantan dan dua ekor betina. Menurut Yamto saat ini dirinya memang mencoba untuk breeding blackthrout. Selain itu Yamto juga menyimpan beberapa ekor kenari untuk dimaster dengan prenjak dan ciblek, dimana harga burung kenari yang sudah dimaster dihargai antara Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1 juta tergantung dari olah lagunya.

“ Sekarang saya kewalahan dalam memenuhi permintaan pasar/konsumen akan anakan kenari dari tempat saya. Bahkan sampai inden beberapa waktu “ jelas Yamto, yang menggunakan ring VIO untuk anakan kenari hasil produksi Farmnya, saat menutup pembicaraan dengan Papburi Solo.

( Program Ring Papburi Solo )
periode. I th 2011)
Yamto (VIO) Ngladon, Joton, Jogonalan, Klaten ; 085643744466

Rabu, 08 Juni 2011

Gabung Penangkar Kenari Bersama Papburi

Wacana mengumpulkan penangkar untuk terdata dan kemudian diharapkan dapat bisa saling berkomunikasi dan bekerjasama sudah dimulai Papburi Solo. Adanya Program Ring Papburi Solo (PRPB) diharap penangkar dapat bekerja sama sekaligus bersaing secara positip untuk menghasilkan tangkarannya. Sebelumnya penangkar masih ragu untuk dipersatukan karena dianggapnya hanya untuk mewakili salah satu kepentingan semata. Papburi Solo memberikan alternatif yang lain, bahwa PRPB diharapkan berjalan untuk sebuah hasil yang positip.
Berikut keterangan tentang PRPB :
  • Semua penangkar memperoleh kesempatan yang sama dalam menghasilkan burung bagus, hal ini akan dibuktikan lewat event lomba bulanan Papburi Solo, selain adanya bonus tambahan sebesar 1 jt bagi juara pertama even BOB dalam kurun waktu setengah tahun, juga diberikan penghargaan sertifikasi 10 besar bagi pemenang pemakai ring terdaftar pada setiap lomba bulanan
  • Penangkar kedepan dipersiapkan untuk adanya jalinan kerjasama yang positip dalam satu wadah baik bidang produksi, perawatan, pemasaran maupun promosi untuk kemudian dapat dimanfaatkan seperlunya
  • Kontribusi pada paguyuban cukup sederhana yaitu memberikan minimal 1 ekor piyik hasil tangkarannya dalam waktu minimal setengah tahun sekali untuk kemudian diarahkan pada pemasteran atau keperluan lain dalam menunjang program bidang penangkaran
Pelaksanaan PRPB ternyata cukup menarik perhatian penangkar, karena kriteria dalam pendataan sangat mudah, penangkar hanya disyaratkan memenuhi ketentuan dan bertanggung jawab atas informasi mengenai tangkarannya. Beberapa penangkar dari luar daerah seperti Jogya, Salatiga, Surabaya, Bandung, Malang bahkan dari Kalimantan Timurpun turut mendaftar dan berharap dapat ambil bagian dalam program ini. Program dimulai dari update profil penangkar yang telah mendaftar baik secara langsung maupun lewat media internet, dan Papburi Solo akan mewadahi dan memfasilitasi dengan pengecekan data akurat mengenai Farmnya secara bertahap dan kemudian di muat di www.papburisolo.com

Pertemuan 1 Juni 2011
Pembahasan khusus PRPB



Yang beminat bergabung silahkan isi form di halaman muka atau klik di sini

Berikut nama Nama dan Ring penangkar ( periode pertama th. 2011 ) yang berhak uji kemampuan dalam lomba Best of The Best Papburi Solo 12 Juni 2011 :
  • Puguh W. (LAROP) Depan Pemandian Langenharjo no 31 Grogol Solo Baru ; 08122605059
  • Hasto (DANICA) Tegalsari Kartasura, Sukoharjo. 0271.7512489
  • Basuki K. Isabelle BF.(IBF) Tipes 5/14 (Utara Lotte Mart Dept.) Serengan, Solo 08562515205
  • Joko (GPK) Kalitan 3/I Penumping. Solo 08122625926
  • Agung Hadi Prakoso (AGF) Jl. Lawu Timur 4, Sambirejo 5/9 Mojosongo, Solo ; 08179496958
  • AndrI Gunadi (GRACIA) Jln S Parman Solo ; 081393333528
  • Ponco (PC) Pasar Burung Depok , Solo 08122623420
  • Budhi Sanyoto (VLC) Carangan 1/9 Baluwarti, Solo 08164253427
  • Harjanto (WITA) ; Randurejo 01/10 Ngringo Jaten, Karanganyar, 08179481370
  • Donny (MONTESZ) Jln Brotojoyo RT 03 RW 14 Serengan, Dawung Tengah. Solo ; 085642123171
  • Wawan (FIESTA) Cleban UH.3/464 Jogya 08122728523
  • Koko BF (KOKO) Jln Kartini 09 Tegalyoso, Klaten 081328049793,085725131999
  • Danang (DNG) Jln. Calen III no 13A, Gambusan, Jombor,Sukoharjo. 081393227000
  • Shidiq (X-OSO) Utara Pasar Kalioso/Tuban Kulon 3/II Gondangrejo, Karanganyar; 08122973038
  • Tardi (NT/TARDI) Karangasem 01/V Sraten, Gatak, Sukoharjo; 08572534455
  • Jiang Bird Farm (JBF 0026PBR) Jl. Letjen Suprapto(Ngampilan)NG 1/399, Yogya ; 085228387771
  • Indra Paritas (WINNING) Balikpapan Baru, Balikpapan, Kalimantan Timur. (08125413265)
  • Adi Berkat Motor (BERKAT) Jalan Raya Grogol no.74 Sukoharjo; 0271-621708
  • Heri Widada SR (DUA DEWI) Jln Kasatriyan, Daguran, Klaten Selatan. ; 085878355858
  • Yamto (VIO) Ngladon, Joton, Jogonalan, Klaten ; 085643744466
  • Tari S (TARI S CLA-X) Ngladon, Joton, Jogonalan, Klaten ; 0816827925
  • Sudadi (DE'DADE) Selatan Masjid Jami', Gatak, Wedi, Klaten ; 08156884069
  • Mendem (MENDEM) Biyengan, Karangduren, Kebonarum, Klaten, 081329302581
  • Sapardi (FULCA) Peni RT 17/06 Kuwiran Banyudono, Boyolali; 081226022333/0271-784305
  • Sumadi (THUNDER) Karanganyar, 085642203571
  • Ipoenk (ZZC) Sembuh RT 04 RW 06 Jatirejo, Jumapolo, Karanganyar ; 081802564787
  • Jason H (D.BRT) Jln Veteran no 06 Bangkalan ; 081939356234, 08883012344
  • Mujiashadi (IJO-SRG) Jln Rajawali 60 Banjarasri, Nglorog, Sragen ; 08556703635, 02712020904
  • Nursit Himawan (VILLA) Solo ; 081329441009
  • Totok Pujiarto (YOSHUA) Gambiran RT 01 RW 05 Sine, Sragen ; 081567733337, 087836637740
  • Erwin(WINA) Sragen ; 081226234747
  • Wawan Citra(CR007) Jl. Veteran Gang Gelar Sena 1 Rt 03 Rw 02 Jonggrangan Baru Klaten Utara (Sebelah Barat Terminal Klaten); 085878748007
  • Sigit Susiarto (HNF WNG) Jl. A. Yani 173 Kp. Salak RT03/03 Giripurwo Wonogiri ; 08122831211;087736216923
  • Timur (Gudhel) (PINANG) Sorogenen Rt 01/ RW 02 Jagalan, Jebres, Surakarta : 0271 8081416 / 087836572600
  • Henky ST ( H3NQ) Surabaya
  • Tukimin ( TKM-DK) Dukuh, Bayat, Klaten ; 081548541181


Rabu, 01 Juni 2011

11 th Penangkaran Kenari "Koko"

Bermula dari keinginan untuk mempunyai burung kenari yang mempunyai postur besar akhirnya kicaumania dari Klaten ini secara tidak sengaja memasuki dunia breeding atau ternak burung kenari. Burung kenari bukanlah burung ocehan pertama yang dipelihara oleh Koko yang nama lengkapnya adalah Dwi Sukoraharjo karena sebelumnya Koko adalah pemain burung ocehan terutama Anis merah dan Hwa-mei. Bahkan bersama beberapa temannya Koko sering menggantang Hwa-mei bareng-bareng seperti latihan bersama sampai ada Hwa-mei yang drop mentalnya atau istilah Koko burungnya pedot atau putus. “ Dulu saya bersama beberapa teman sering ngadu ( menggantang bareng seperti latihan atau lomba ) Hwa mei sampai ada Hwa-mei yang pedot. Kalau sudah pedot ya sudah besok cari lagi kemudian diadu lagi “ kenang Koko kepada Papburi Solo.
Koko menjelaskan awal mulanya dirinya beternak burung kenari yaitu dimulai pada tahun 2000. Saat itu Koko mempunyai seekor kenari betina Holland impor dan kemudian dititipkan di rumah teman yang mempunyai kenari jantan untuk kemudian dikembangbiakkan atau diternak dengan sistem bagi hasil, yaitu misalkan indukan kenari mempunyai anak empat ekor maka yang dua ekor untuk Koko dan yang dua ekor untuk temannya tersebut. Dengan system bagi hasil tersebut breeding kenari yang dijalani Koko mulai menampakkan hasil.” Hasilnya sedikit demi sedikit saya tabung untuk dibelikan kenari jantan yang akan dipakai untuk pejantan sehingga dapat beternak kenari sendiri. Saat itu hasil breeding kenari tersebut saya belikan kenari starblue yang saat itu harganya masih mahal “ jelas Koko.
“ Saat ini ternak kenari saya menggunakan induk jantan F2 sebanyak dua ekor, Yorkshire lokal sebanyak tiga ekor, dan seekor F3. Sedangkan induk betina ada tiga ekor kenari betina F1, seekor betina Yorkshire lokal, 18 ekor betina AF, dan dua ekor betina lokal yang berfungsi sebagai babu “ jawab Koko, kelahiran Klaten 10 januari itu, saat ditanya Papburi Solo tentang indukan kenari yang dipakai saat ini.

Saat Papburi Solo berkunjung ke rumah Koko di Jl. Kartini No.9 Klaten terdapat beberapa kenari , antara lain seekor Yorkshire lokal dan seekor F3 yang berumur sekitar tiga bulan, yang sedang dimaster. Jadi selain breeding, Koko juga menyempatkan diri untuk memaster burung kenarinya.
Setiap bulannya ternak kenari Koko ini rata-rata menghasilkan 10 ekor anakan kenari dari berbagai jenis yaitu kenari F1, F2, dan kenari AF. Koko memberi harga untuk anak kenari F1 antara Rp 550 ribu sampai Rp 600 ribu, untuk anak kenari F2 dihargai Rp 1 juta, dan anakan kenari AF ( silangan jantan F2 dengan betina AF ) dibandrol antara Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu.
Anakan kenari hasil breeding Koko yang menggunakan ring KOKO ini selalu diambil atau dibeli langsung oleh konsumen. Biasanya pembeli membeli piyikan kenari yang masih berumur antara 3 minggu sampai satu bulan. Untuk indukan memang sengaja tidak dijual oleh Koko

“ Pada saat mulai breeding atau beternak kenari jangan ada rasa takut untuk gagal dan harus optimis karena pada awal beternak memang banyak sekali cobaan atau kendala yang harus dihadapi, misalnya indukan atau anak kenari mati, tertipu, keliru, dan lain sebagainya. Itu adalah hal biasa “
demikian pesan dari Dwi Sukoraharjo alias Koko saat menutup pembicaraan dengan Papburi Solo.


Koko BF ; Ring (KOKO)
Jln Kartini 09 Tegalyoso, Klaten 081328049793,085725131999

Senin, 16 Mei 2011

JIANG BIRD FARM " Hobby Jadi Profesi "

Adakalanya sebuah hobi dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pelakunya, minimal mendatangkan kesenangan atau kepuasan karena hobinya dapat tersalurkan. Bahkan bagi sebagian orang hobi tersebut apabila ditekuni tidak hanya mendatangkan kesenangan ataupun kepuasan tetapi juga dapat menghasilkan keuntungan berupa materi atau uang.
Begitu pula yang dialami oleh Ong Tjien Jiang atau yang akrab dipanggil Jiang-Jiang yang mempunyai hobi memelihara burung berkicau terutama burung kenari.Menurut Jiang, dia beternak kenari mulai tahun 1999 dimana saat itu ternak kenari hanya sebagai penyaluran hobi saja karena saat itu dia masih bekerja di salah satu perusahaan triplek di Yogyakarta. Pada awal breeding Jiang hanya mempunyai lima box ternak yang terdiri dari seekor pejantan F1 dan lima ekor betina lokal.

Seiring dengan bertambahnya waktu,usaha breeding kenari yang ditekuni Jiang mulai menampakkan hasil yang cukup signifikan sehingga Jiang mengambil keputusan untuk lebih serius dalam menangani ternak kenarinya. Sebagai bukti keseriusan Jiang dalam breeding kenari adalah tahun 2003 secara resmi Jiang mengundurkan diri dari tempatnya bekerja agar dapat lebih konsentrasi ke ternak kenari. Demi kelancaran breeding kenarinya, Jiang merekrut seorang karyawan untuk membantu tugas operasional harian ternak kenari. Joko gacor, demikian nama akrab sang karyawan yang direkrut Jiang, dirinya pertama kali membantu Jiang dalam ternak kenari adalah pada tahun 2003 dengan tugas tiap hari antara lain membersihkan kandang,mengganti dan memberi makan dan minum kenari, dan sebagainya.
“ Tahun 2006 Jiang merekrut seorang lagi untuk membantu dalam hal perawatan burung kenari yang sedang menjalani pemasteran , orang tersebut bernama Sugi” imbuh Joko Gacor lagi. Menurut Joko Gacor saat ini ada dua lokasi kenari milik Jiang menjalani pemasteran yaitu di daerah Gamping Yogyakarta dimana di tempat tersebut kenari milik Jiang berguru lagu Jalak Suren/Jalak Uren dan satu lokasi lagi yaitu di daerah Kricak Yogyakarta dimana di tempat itu kenari Jiang dimaster blachtroat.

Saat Papburi Solo berkunjung ke rumah Jiang di daerah Ngampilan tepatnya di Ngampilan NG I/399 Yogyakarta terdapat induk jantan Yorkshire sebanyak 10 ekor sedangkan induk betina F1 sebanyak 12 ekor, F2 betina sebanyak tiga ekor, induk betina AF ada 20 ekor, dan betina lokal sebanyak 10 ekor. Saat ditanya harga piyikan, Jiang bapak dua orang anak ini menjelaskan untuk piyikan F1 dihargai Rp 1 juta per ekor, piyikan F2 dibandrol Rp 2 juta, dan piyikan F3 dihargai Rp 3 juta per ekornya.
Jiang yang kelahiran Yogyakarta 8 juli 1974 menjelaskan bahwa untuk pemasaran hasil breeding kenarinya selalu diambil langsung oleh pembeli dan pembelinya berasal dari semua kalangan artinya terdiri dari peternak, pemain lapangan yang sering turun ke lomba burung, dan juga penghobi rumahan. Karena memang Jiang tidak hanya menjual piyikan saja tetapi juga menjual indukan apabila memang harga dirasa cocok oleh Jiang.

Menurut Joko Gacor, setiap bulannya breeding kenari Jiang yang menggunakan ring PBR dan JBF ini menghasilkan rata-rata 15 piyikan kenari. Sehingga berapa hasil breeding Jiang tiap bulannya dapat dihitung sendiri. Jadi sepertinya memang tepat langkah yang diambil oleh Jiang untuk menekuni ternak kenari ini sehingga tidak sia-sia Jiang keluar dari tempat kerjanya dulu.

Jiang Bird Farm (JBF 0026PBR)
Jl. Letjen Suprapto (Ngampilan)NG 1/399 ; 085228387771

Selasa, 12 April 2011

Wacana Program Ring Papburi

Wacana yang sudah terdengar mengenai program ring kini segera direalisasikan, beberapa sisi masih perlu pembenahan lebih lanjut, dimana saat bergabungnya penangkar yang aktif mau di bawa ke arah mana tujuannya. Satu sisi bergabungnya penangkar akan mempermudah para pemelihara untuk mencari burung idamannya, di lain sisi persoalan yang mungkin ditimbulkan manakala penangkar yang bersangkutan tidak dapat memberikan informasi yang jelas tentang penangkarannya. Hal yang demikian bisa jadi pemicu kurangnya kepercayaan baik pada pendata maupun pada pemilik penangkaran itu sendiri.
Papburi Solo berusaha menyikapi persoalan ini, survey yang dilaksanakan mengenai update data penangkar seringkali ada kendala masalah produktifitas penangkar itu sendiri, belum lagi beberapa keterkaitan sisi finansial dan harga yang kadang terjadi semacam persaingan. Hal ini telah diamati beberapa tahun terakhir, hingga saat ini kesimpulan yang diambil adalah memberikan apresiasi pada produk burung hasil tangkaran lewat perlombaan. Asumsi pendapat ini didasarkan bahwa kualitas burung hasil tangkaran itu benar benar teruji kemampuan dan kualitasnya, sehingga pemilik dan penangkar diharapkan akan turut pula bersaing secara positip untuk mencari dan menciptakan produk yang berkualitas.
Konsep yang akan dilaksanakan dimulai dengan memberikan penghargaan/hadiah tambahan sebesar 1 juta rupiah bagi juara pada event Best of The Best ( 2 x setahun ) bagi pemilik burung yang memakai ring anggota penangkar yang terdata di Papburi Solo. Banyak penangkar yang menanyakan mengapa pemilik, kenapa bukan penangkarnya ... ini baru permulaan, kedepan inipun sudah direncanakan setelah program update data penangkar bisa dilaksanakan. Kedepan para penangkar yang terdata dan aktif diharapkan dapat segera menyusun programnya dalam koordinasi Bidang Penangkaran Papburi Solo.

Mengenai persyaratan yang kita ajukan tentu diusahakan untuk tidak menjadikan beban untuk maju, dalam wacana Papburi Solo memberikan kewajiban pada penangkar untuk memberikan 1 (satu) ekor piyik kenari hasil tangkarannya 6 bulan sekali atau memberikan support hadiah dalam event BOB yang nilainya setara dengan 1 ekor piyik kenari, hal ini selain untuk mendukung Bidang Lomba, diharapkan kedepan para penangkar yang tergabung bisa segera menyusun management sendiri pada Bidang Penangkaran di bawah koordinasi Papburi Solo.

Burung hasil tangkaran yang dimaksud apabila memenuhi standard kelayakan Bidang Pemasteran akan dipakai untuk bahan pemasteran Papburi Solo, namun apabila belum memenuhi kriteria akan dilelang untuk mendukung Bidang penangkaran.
Keanggotaan tidak kami batasi, kami hanya mengharapkan data yang benar dan valid mengenai penangkar, kami juga menyediakan sarana untuk menampilkan profil penangkar yang datanya sudah kami terima untuk kemudian kita upload di papburisolo.com
Mengenai ketentuan dan persyaratan lainnya segera akan tersusun, apabila berminat segera isi Formulir berikut dan segera mengkonfirmasi lewat SMS ke no 085.57251.50858 bagi yang sudah siap untuk memenuhi persyaratan yang diajukan paling lambat sebulan sebelum event BOB dilaksanakan
( Jadwal Lomba dan BOB bisa dilihat di halaman muka www.papburisolo.com )

Rabu, 10 Februari 2010

F1 Lancashire produk Solo

Jenis kenari besar ini tiba tiba menjadi pilihan untuk mendampingi jenis Yorkshire. Selain tubuhnya yang bongsor dan panjang juga kebanyakan mempunyai crested di kepala menambah anggunnya jenis ini. Mas Danan yang merupakan salah satu peternak kenari di Solo menyikapi hal ini dengan sangat tepat sehingga di saat musim Yorkshire tiba justru pilihannya jatuh pada jenis Lancashire.
Memang pada dasarnya keinginan penggemar kenari saat ini lebih dominan untuk memiliki jenis jenis besar, seperti F1 an F2 Yorkshire ataupun jenis persilangan lain. Pilihan jenis inipun turut serta meramaikan karena jika dilihat perbedaan jenis Yorkhsire dan Lancashire terkait dengan postur adalah sama sama besar, hanya saja Yorkshire terkesan seperti wortel sedangkan Lancashire terkesan tinggi dan memanjang.
Berikut keterangan mas Danan yang sempat dimuat dalam forum Kicaumania beberapa saat lalu

Karena rasa penasaran saya untuk beternak dengan pejantan Lancashire, maka saya coba memulai walaupun agak berat Ini disebabkan karena harga Lancashire lebih mahal daripada Yorkshire. Alhamdulillah sekarang sudah ada hasilnya. Yang ada di gambar ini adalah Lancashire (jantan) yang saya kawinkan dengan betina AF darah YS (yg warna hijau). Kebetulan Cuma menetas 1 ekor.

Selain ini Lancashire juga sudah saya kawinkan dengan F1 Border, F1 YS dan 2 ekor betina AF lainnya.

Sejarah singkat Lancashire

Kenari Lancashire adalah jenis kenari terbesar dari semua keturunan kenari di Inggris, umumnya panjang idealnya 8-9 inci atau 20-23 cm. Ini adalah variasi crested di mana ada dua jenis yang ditemukan, yaitu yang memiliki lambang ("Coppies") dan yang tidak ("Plainheads"). Keduanya merupakan bagian integral dari perkembangan secara keseluruhan. Lancashire kebanyakan dibesarkan dengan warna yang jelas, seperti kuning dan putih, tanpa banyak mempunyai warna seperti yang ditemukan dalam keturunan burung kenari lainnya.