Cuaca di musim penghujan yang dikhawatirkan akan menggangu kenyamanan lomba ternyata baru turun setelah lomba usai, Kita tetap siapkan pedhok untuk para peserta, meskipun pendopo Ngabeyan Baluwarti Solo sebenarnya bangunan semi indoor. Jadwal lomba tetap bisa terkondisi dengan pembagian sesi pagi dan siang, beberapa penggemar Kenari & Campuran Import sudah mulai mengenal jadwal lombanya di siang/ sesi 2 sehingga kedatangannyapun bisa menyesuaikan, kecuali memang ingin ikuti keseluruhan lomba dari pagi. Secara keseluruhan lomba lancar dan tidak ditemukan kendala teknis, suasana masih tetap nyaman, ajang ketemu dan silaturahmi masih kelihatan, dan satu lagi, lomba Papburi Solo bukan hanya khusus untuk pria .. terbukti banyak kaum hawapun terlihat ikut meramaikan suasana. Berikut para juara dan suasana lomba 13 Januari 2013
Minggu, 13 Januari 2013
Sabtu, 13 Oktober 2012
Budidaya burung kenari tanpa konsep neka-neka
Konsep peternakan burung kenarinya sangat sederhana, hanya bertujuan mencetak anakan kenari dan beberapa burung indukan impor dan lokal.
Demi menghasilkan sesuatu yang berguna bagi dirinya, juga mencari kesibukan selepas masa baktinya pensiun dari Lapas Sukamiskin Bandung, Dayat Sudrajat, yang pekerjaan sebelumnya karyawan Lapas yang dikhususkan untuk para koruptor negeri ini, sekarang kehidupan pribadinya dipenuhi suara indah kenari dan hasil ternakannya.
Ada 20 kandang penjodohan dan tempat ternaknya dalam usaha penangkaran burung kenari ini. Beberapa indukan Kenari jenis Red Intensif, Yellow Mozaik, Black Red dan Red Frost menjadi andalannya dalam mencetak kenari berwarna indah. Tidak ada target khusus darinya. Berawal dari coba-coba menjadi sesuatu yang berguna baginya.
“Perawatan kesehariannya dibantu anak saya Hendra, mulai proses perkawinan peneluran sampai penetasan saya tangani bersama anak saya,” ujar Dayat.
“Pemilihan indukan saya serahkan kepada anak saya, dia yang memilih calon dan jenis indukannya,” lanjutnya.
Tidak neko-neko
Bapak yang beralamat persis di belakang Lapas Sukamiskin Bandung ini, tidak neko-neko dalam usaha berternaknya. Ada tiga poin yang mendasari keberhasilannya dalam beternak burung kenari.
Pertama program yang terarah, disusul fokus pada kegiatan yang manfaat dan yang terakhir bergegas menuju pekerjaan berikutnya jika tugas sebelumnya sudah selesai.
Tiga poin tersebut menjadi landasannya dalam beternak kenari. Meski sederhana pemikirannya dalam mengawali kegiatan berternak, landasan struktural yang dibangun menjadi manajemen disiplin tersendiri yang patut diacungi jempol.
Pembelajaran secara otodidak, memberikan arti baginya, bahwasannya berternak kenari mudah bila dilakukan sepenuh hati. Beberapa basil ternakannya sudah terbang ke para penghobi, meski tidak kejar tayang dalam kegiatan ternaknya. Hal ini memberikan kesibukan yang positif bagi Dayat dan sang anak.
“Pembelajaran terjadi bersamaan dengan masa kegiatan berternak. Kendala-kendala kerap ditemui, tetapi hal ini merupakan proses alami dalam pembelajaran. Masa pensiun menjadi lebih indah, dikarenakan kegiatan ternak ini, selain menghasilkan juga menjadi kesenangan tersendiri bagi saya,” katanya menutup pembicaraan.(Ricky-BnR)
Demi menghasilkan sesuatu yang berguna bagi dirinya, juga mencari kesibukan selepas masa baktinya pensiun dari Lapas Sukamiskin Bandung, Dayat Sudrajat, yang pekerjaan sebelumnya karyawan Lapas yang dikhususkan untuk para koruptor negeri ini, sekarang kehidupan pribadinya dipenuhi suara indah kenari dan hasil ternakannya.
Ada 20 kandang penjodohan dan tempat ternaknya dalam usaha penangkaran burung kenari ini. Beberapa indukan Kenari jenis Red Intensif, Yellow Mozaik, Black Red dan Red Frost menjadi andalannya dalam mencetak kenari berwarna indah. Tidak ada target khusus darinya. Berawal dari coba-coba menjadi sesuatu yang berguna baginya.
“Perawatan kesehariannya dibantu anak saya Hendra, mulai proses perkawinan peneluran sampai penetasan saya tangani bersama anak saya,” ujar Dayat.
“Pemilihan indukan saya serahkan kepada anak saya, dia yang memilih calon dan jenis indukannya,” lanjutnya.
Tidak neko-neko
Bapak yang beralamat persis di belakang Lapas Sukamiskin Bandung ini, tidak neko-neko dalam usaha berternaknya. Ada tiga poin yang mendasari keberhasilannya dalam beternak burung kenari.
Pertama program yang terarah, disusul fokus pada kegiatan yang manfaat dan yang terakhir bergegas menuju pekerjaan berikutnya jika tugas sebelumnya sudah selesai.
Tiga poin tersebut menjadi landasannya dalam beternak kenari. Meski sederhana pemikirannya dalam mengawali kegiatan berternak, landasan struktural yang dibangun menjadi manajemen disiplin tersendiri yang patut diacungi jempol.
Pembelajaran secara otodidak, memberikan arti baginya, bahwasannya berternak kenari mudah bila dilakukan sepenuh hati. Beberapa basil ternakannya sudah terbang ke para penghobi, meski tidak kejar tayang dalam kegiatan ternaknya. Hal ini memberikan kesibukan yang positif bagi Dayat dan sang anak.
“Pembelajaran terjadi bersamaan dengan masa kegiatan berternak. Kendala-kendala kerap ditemui, tetapi hal ini merupakan proses alami dalam pembelajaran. Masa pensiun menjadi lebih indah, dikarenakan kegiatan ternak ini, selain menghasilkan juga menjadi kesenangan tersendiri bagi saya,” katanya menutup pembicaraan.(Ricky-BnR)
Minggu, 13 Mei 2012
Lomba Papburi Solo 13 Mei 2012
Berikut adalah hasil lomba Papburi Solo Minggu tanggal 13 Mei 2012, Terima kasih atas segala dukungan dan partisipasinya
Minggu, 18 Maret 2012
Tentang Kelas Lomba Papburi
Kesempatan untuk berlomba di Papburi semakin terbuka, beberapa kelas eksibisi juga ditawarkan. Secara periodik susunan kelas atau jenis burung bisa saja berganti, terutama di kelas Q-max yang mewadahi penggemar kicauan selain kenari. Sebelum adanya penambahan lagi ada baiknya kita beritahukan terlebih dahulu beberapa jenis kelas lomba yang digelar oleh Papburi, agar pelomba dapat memilih kelas yang paling tepat untuk bisa diikuti.Berikut Kelas Lomba Papburi :
• KENARI REGULER : Lomba yang dianjurkan diikuti oleh kenari yang dibedakan dari postur dan asalnya, yaitu dengan postur yang dianggap oleh khalayak kicauan sebagai kenari ukuran besar tertentu melebihi standard kenari lokal pada umumnya. Kriteria ini termasuk di dalamnya kenari ring import, tetapi meskipun demikian kenari lokal dan semua jenis kenari yang ada bisa mengikuti kelas ini secara bebas dengan tetap mengacu pada kualitas dan variasi lagu.
• KENARI KALITAN : Lomba yang hanya boleh diikuti oleh kenari postur kecil tertentu yang dibatasi ukurannya, yang oleh khalayak kicauan biasa disebut kenari lokal ataupun persilangan postur kecil. Kenari yang memakai ring import tidak diperbolehkan di kelas ini meskipun posturnya kecil, sehingga peserta dikelas Reguler tidak diperbolehkan untuk bermain di kelas ini, tetapi sebaliknya kenari kelas ini bebas untuk mengikuti kelas Reguler, dengan tetap mengacu pada kualitas dan variasi lagu dalam penilaian.
• KENARI OLIMPIADE : Lomba kenari umum yang tidak mempunyai syarat tertentu, sehingga semua jenis kenari bebas mengikuti kelas ini dengan tidak memandang postur, jenis maupun asal dengan tetap mengacu pada kualitas dan variasi lagu dalam penilaian
• KENARI BEST OF THE BEST ( BOB ) : Merupakan Lomba yang hanya boleh diikuti oleh kenari yang telah masuk dalam daftar 10 besar pemenang lomba yang diadakan oleh Papburi di mana saja secara resmi dalam kurun waktu satu tahun berjalan. BOB adalah lomba kenari tanpa pembatasan postur, jenis ataupun asal, syaratnya hanya perlu memberikan konfirmasi ranking 10 besarnya pada penyelenggara, dan bagi peserta yang belum dapat kesempatan mendapat ranking 10 besar dapat mengikuti kelas sebelumnya pada event BOB pada hari yang sama.
• KENARI STANDARD : Merupakan lomba kenari yang ditujukan untuk memberikan kesempatan pada semua kalangan penggemar kenari dan penangkar yang tidak berkesempatan memaster kenarinya untuk tampil berlomba tanpa perlu terbeban dengan adanya kualitas lagu masteran. Kenari dengan suara yang murni dan polos bisa mengikuti kelas ini karena memang tidak ada penilaian pada variasi lagu. Acuan penilaian tertinggi pada panjang lagu yang bisa dibawakan.
• KENARI TEMPOE DOELOE : Sama halnya dengan kelas kenari standard hanya saja masih memberikan penilaian variasi lagu dilihat dari kualitas suara yang dibawakan tanpa dimaster. Seiring banyaknya jenis import untuk persilangan dan trend master kenari, maka kelas ini tidak/belum dibuka lagi
• CAMPURAN IMPORT : Lomba yang dikhususkan untuk jenis Finch termasuk juga jenis persilangannya dengan kenari ( contoh : Blacktroat, Herda Sanger, Mozambic, Goldfinch, Mosken, Blacken dsb)
• Q-MAX’S : Adalah lomba Papburi yang dikhususkan untuk burung kicauan selain kenari. Karena pertimbangan waktu maka hanya beberapa kelas tertentu saja yang dapat digelar, termasuk di dalamnya kelas eksibisi untuk burung tertentu yang sedang jadi trend
Minggu, 11 Maret 2012
Best of The Best Papburi Solo 11 Maret 2012
Dari awal sudah ada beberapa persiapan akan terlaksananya lomba hari ini, dan ternyata secara keseluruhan lomba berjalan lancar dan meriah. Beberapa pendatang baru turut mengikuti lomba dan dapat responnya sangat positip setelah melihat tata cara lomba dan pelaksanaannya. Beberapa pengumuman lengkap dengan standart dan batasan nilai ditempel secara terbuka di papan pengumuman.
Kali ini Best of the Best Papburi Solo diraih oleh Andre dengan jagoannya Obelix, setelah sebelumnya mampu meraih juara pertama di kelas Olimpiade. Tidak sia sia sebagai pengunjung terjauh dari Jambi untuk ikut Lomba Papburi Solo yang terlaksana dengan persaingan ketat. Di kelas Q-max juga mampu menghidupkan suasana lomba dengan banyaknya peserta dan pengunjung. Suasana akrab terlihat di sela sela lomba tanpa teriak ini, bahkan juga sebagai ajang bertemu beberapa rekan luar kota Solo seperti Jakarta, Kediri, Surabaya, Semarang, Jogya, Salatiga dan tentu daerah Solo dan sekitarnya.
Berikut Para Pemenang Lomba Papburi Solo 11 Maret 2012
Dan berikut suasana lomba :


Kali ini Best of the Best Papburi Solo diraih oleh Andre dengan jagoannya Obelix, setelah sebelumnya mampu meraih juara pertama di kelas Olimpiade. Tidak sia sia sebagai pengunjung terjauh dari Jambi untuk ikut Lomba Papburi Solo yang terlaksana dengan persaingan ketat. Di kelas Q-max juga mampu menghidupkan suasana lomba dengan banyaknya peserta dan pengunjung. Suasana akrab terlihat di sela sela lomba tanpa teriak ini, bahkan juga sebagai ajang bertemu beberapa rekan luar kota Solo seperti Jakarta, Kediri, Surabaya, Semarang, Jogya, Salatiga dan tentu daerah Solo dan sekitarnya.
Berikut Para Pemenang Lomba Papburi Solo 11 Maret 2012
| BEST OF THE BEST KENARI | ANIS MERAH | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| NAMA BURUNG | NAMA PEMILIK | ALAMAT | NAMA BURUNG | NAMA PEMILIK | ALAMAT |
| OBELIX | ANDRE | JAMBI | INSANA | BUDI SUN | GONILAN |
| PREDATOR | ROEDY/ESSON | BARON SOLO | BERLIAN | BULUS | SOLO |
| RAJA JOGYA | BERNAT | JOGYA | RIDER | GLEMBOS | SOLO |
| HIPNOTIS 2 | ASSEN HALMET | JKT | PUTRA YOGYA | BERNAT | YOGYA |
| KOLOR MAS | ONGGO | KLATEN | RED CARPET | AGUS SUPRA | YOGYA |
| WIRO SABLENG | VIO | KLATEN | PENYEBAR BADAI | AGUS SUPRA | YOGYA |
| JACK SPARROW | SUSILO | KLATEN | RAJA JIN | FERRY | PARE,KEDIRI |
| IVORY | RORY/LIKIN | SOLUSINDO | SAPU JAGAT | YOYOK | SOLO |
| BELAHAN JIWA | RORY/LIKIN | SOLUSINDO | BENTAR | KURNIAWAN | MASARAN |
| RODA GILA | ASEN HELMET | JKT | LORUS | FIKO | SOLO |
| KENARI OLIMPIADE | KACER | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| NAMA BURUNG | NAMA PEMILIK | ALAMAT | NAMA BURUNG | NAMA PEMILIK | ALAMAT |
| OBELIX | ANDRE | JAMBI | JENDRAL | EDI/KABUL | YOGYA |
| HIPNOTIS | ASEM HELMET | JKT | NURUTI KAREP | ANGGO KAOS | SRAGEN |
| KOLOR EMAS | ONGGO | KLATEN | SANTA FE | PATAR | YOGYA |
| SAKURA | SUBUR | SOLO | KODRAT | HANDOKO | KRA |
| BOMBARDIR | SUSILO MB MG | KLATEN | IMOET | INDRA | SOLO |
| MADONA | PATAR P | JOGYA | RED SOMPLEH | HERRY | UNGARAN |
| DISTROYER | ROEDY/ESSON | BARON INDAH SOLO | RORONA | PARYONO | SOLO |
| 1 SIHUN 2 | PRI | JOGYA | HANTU LAUT | FERRY AS | PARE,KEDIRI |
| DEWA DUNIA | DUA DEWI | KLATEN | BLESTER | DAMAR | SOLO |
| RODA GILA | ASEM HELMET | JKT | TOGUG | KURNIAWAN | SMRG |
| CAMPURAN IMPORT | LOVEBIRD | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| NAMA BURUNG | NAMA PEMILIK | ALAMAT | NAMA BURUNG | NAMA PEMILIK | ALAMAT |
| JAGAL | NONOT | DUTA FRESHMIX | GOLDEN BOY | JULIANTO | SOLO BARU |
| GOLDEN KIDZ | JULIANTO | SOBA | INDIGO | ROEDY/ESSON | SOLO |
| CAHAYA | FERRY AS | PARE KEDIRI | MONSTER | EKO | SKH |
| TITIT | PRIYO | BOYOLALI | 070707 | HAI-GUN | UNGARAN |
| AFRIKA | SUBUR | SOLO | BADAI | AGUS | KTS |
| EXTRADA | ANTO | KTS | RK 1 | IWAN BERING | SMRG |
| BELANG | ARI | KTS | KOPLO | ANTOK,LOLOHAN | DUTA KL1 |
| NIXOU | ANDREW | SOLO | JAWARA | BUDI SUN | GONILAN |
| RAJA LIBAS | JEFRY | SOLO | CANTIK | SIPUR | SOLO |
| SEMAR MESEM | FERRY | PARE KEDIRI | MONSATER | EKO | CEMANI(JATI)SKH |
Dan berikut suasana lomba :


Senin, 12 Desember 2011
Lestari Subarjo ( Ring : TARI S CLA-X )
Bagi sebagian besar kicaumania pasti menyukai burung berkicau yang mempunyai lagu yang bervariasi, selain volume suara maupun gaya atau penampilan dan lain sebagainya. Karena dengan lagu yang bervariasi maka para pecinta ocehan tidak akan bosan mendengarkan lagu yang dilantunkan oleh burung berkicau kesayangannya. Apalagi bagi kicaumania yang sering menurunkan burung jagoannya ke arena lomba burung berkicau, karena salah satu point yang menjadi obyek penilaian adalah variasi lagu dan point ini menempati rangking pertama diantara point-point lainnya.Salah satu cara agar burung ocehan mempunyai lagu yang bervariasi adalah dengan menempel burung yang akan dimaster dengan burung master yang kita maksud. Salah satu kicaumania yang merintis untuk memaster burung berkicau agar mempunyai lagu yang bervariasi adalah Lestari Subarjo.
Lestari Subarjo atau biasa dipanggil Tari, kelahiran Klaten 5 Oktober 1973, kepada Papburi Solo menerangkan bahwa dirinya mulai merintis memaster burung sejak tahun 2004 dan waktu itu burung yang dimaster adalah burung kenari.
Selain memaster burung kenari, mulai tahun 2009 Tari mencoba untuk menangkarkan burung kenari.
Saat awal menangkarkan burung kenari,Tari menggunakan indukan jantan AF dan induk betina AF. Induk jantan yang dipakai Tari bukan sembarang kenari karena kenari tersebut merupakan kenari berkualitas lomba dimana sudah sering turun ke arena lomba burung berkicau bahkan sudah sering menggondol juara. Induk jantan yang dipakai Tari saat itu adalah trah Pangeran, panglima, dan lain sebagainya.
Di rumah Tari yang beralamat di Ngladon, Joton, Jogonalan, Klaten saat Papburi Solo berkunjung terdapat seekor kenari F1, seekor AF dan seekor kenari F3 sebagai induk jantannya. Untuk induk betinanya terdiri dari seekor kenari betina F1 dan sepuluh ekor kenari betina AF.
Dengan komposisi indukan seperti itu, peternakan kenari Tari dapat menghasilkan beberapa jenis anakan dimana tiap anakan kenari hasil breeding Tari menggunakan Ring TARI S CLA-X sebagai tanda bahwa anakan kenari yang memakai ring tersebut adalah hasil dari peternakan Tari alias Lestari Subarjo.

Untuk harga anakan kenarinya, Tari mempunyai harga yang bervariasi. Anakan kenari dari silangan induk AF dengan F1 dihargai antara Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu. Untuk anakan kenari dari silangan induk AF dengan AF mempunyai harga antara Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu. Sedangkan untuk anakan kenari dari induk F1 dengan F1 seharga Rp 500 ribu. Tari memberi harga minimal Rp 750 ribu untuk kenari yang sudah dimaster.
“ Jadi sekarang ini saya selain peternak juga pemaster burung kenari, bagi yang berminat dengan anakan kenari atau kenari yang sudah dimaster dapat menghubungi saya “, kata Tari saat menutup pembicaraan dengan Papburi Solo.
Kamis, 01 Desember 2011
Totok Pujiarto ( Ring : YOSHUA )
Bagi sebagian orang dalam memulai usaha yang merupakan bidang baru bagi dirinya umumnya dimulai dari pekerjaan yang mudah dan dana yang dibutuhkan untuk modal tidak terlalu besar. Hal ini dimaksudkan selain sebagai bahan pembelajaran juga untuk mengantisipasi agar tidak menanggung kerugian yang terlalu besar apabila usaha yang dijalankannya ternyata tid
ak berkembang.Begitu juga dalam bidang breeding, dimana usaha ini bagi sebagian orang adalah usaha yang mudah dijalankan dan dapat memperoleh hasil yang menggiurkan.Pelaku bisnis yang berpendapat seperti itu tentunya adalah orang yang sudah mengetahui seluk beluk dunia breeding, tetapi bagi bisnisman pemula, apalagi yang hanya ikut-ikutan dan tidak mempunyai referensi mengenai dunia breeding, tentu menganggap dunia breeding adalah sesuatu hal yang masih misterius yang menantang untuk ditaklukkan. Sehingga banyak breeder pemula yang terjun ke dunia ternak semula hanya sekedar coba-coba, seperti halnya yang dilakukan oleh Totok Pujiarto.
Totok Pujiarto, lelaki kelahiran Sragen tanggal 12 Juli 1979, menggeluti dunia ternak burung kenari semula hanya sekedar coba-coba.” Saya mencoba untuk beternak kenari sekitar tahun 2008. Saat itu saya hanya beternak kenari lokal saja dan jumlah indukan ada sekitar 60 pasang induk kenari lokal ”, jelas Totok Pujiarto kepada Papburi Solo.
Meskipun sempat vakum dari dunia breeding pada awal tahun 2010, tetapi Totok Pujiarto bangkit kembali pada akhir tahun 2010. Komposisi indukan yang dipakai Totok adalah untuk induk jantan terdiri dari dua ekor kenari Yorkshire, seekor kenari F2, kenari merah Holland, dua ekor Gloster, seekor kenari AF, dan enam ekor kenari lokal. Untuk induk betina terdiri dari lima ekor kenari AF, 30 ekor kenari lokal, dan dua ekor Gloster.
Dengan komposisi indukan seperti itu, peternakan burung kenari Totok Pujiarto dapat menghasilkan beberapa jenis anakan kenari, dimana tiap anakan kenari dari breeding Totok Pujiarto menggunakan Ring YOSHUA sebagai ciri khas breedingnya.
Bagi yang berminat membeli anakan kenari dari breeding Totok Pujiarto dapat langsung ke rumah dengan alamat Gambiran 01/05 Sine, Sragen. Harga untuk anakan kenari bervariasi menurut jenisnya, yaitu untuk anakan kenari F1 Yorkshire seharga antara Rp 550 ribu sampai Rp 600 ribu, untuk anakan kenari dari induk AF dengan F2 diberi harga antara Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu, anakan kenari gloster murni antara Rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu, anakan kenari F1 Gloster mempunyai harga Rp 200 ribu, dan untuk anakan kenari jenis lokal seharga Rp 90 ribu saja.
Langganan:
Postingan (Atom)












