Rabu, 17 Februari 2010

Ulasan Lomba dan Sistem Penilaian

Lomba 7 Pebruari 2010 merupakan lomba perdana awal tahun 2010 untuk Papburi Solo dan sekaligus merupakan lomba pertama memakai sistem penjurian yang disederhanakan dalam konteks penerapan dan pembagian tugas juri. Disederhanakan bukan berarti mengurangi kategori penilaian, akan tetapi ditujukan memberikan spesialisasi juri dimana dua juri bertugas pada komponen kerajinan, variasi lagu dan panjang pendeknya lagu sementara dua juri lainnya pada komponen kerajinan, volume dan gaya burung, hal ini diharapkan dalam memberikan penilaian juri dapat lebih terfokus dan terarah pada obyek penilaian.
Sistem ini merupakan hasil kesepakatan Workshop Juri Papburi tanggal 29 Nopember 2009 di Jogya yang memang dicanangkan untuk dimulai tahun 2010. Kedepannya berbagai pengembangan disertai keakuratan sistem penilaian merupakan tujuan utama diadakannya workshop juri.
Dalam lomba Pebruari beberapa waktu lalu sudah terlihat beberapa point kelancaran lomba. Meskipun awalnya sempat tertunda karena penyesuaian sistem baru namun secara keseluruhan cukup memberikan wacana untuk penambah agenda tahunan terkait jadwal lomba. Meskipun ketua Papburi Solo, Puguh Widyatmoko baru bisa hadir pada paruh waktu lomba, namun berkat kekompakan dan pengalaman anggota untuk menyelenggarakan lomba membuat lomba inipun berjalan lancar.

ULASAN MEDIA :

Tabloid Agrobis Burung :
- Gelaran Papburi Solo pada Minggu 7 Peruari di Baluwarti tetap diminati peserta, buktinya hampir tiap jenis burung digelar hingga sesi F, alias 6 kali penyisihan kali 10 peserta. Babangida jagoan milik Wisnu dari Sukoharjo, memenangkan lomba di kelasnya, Wisnu yang juga juri utama PBI ini mengaku demen dengan lomba model Papburi. " saya seneng aja mengikuti model lomba tanpa teriak. Soal sistem penilaian tentu saja Papburi punya sistem penilaian sendiri yang beda dengan ditempat lain seperti PBI atau organiser lainnya, tapi itu semua harus kita hormati juga. mereka berhak membuat aturan sendiri. Saya kira apapun sistemnya, asal dikerjakan dengan baik, hasilnya kemungkinan tidak jauh melenceng".
selengkapnya :
Tabloid mingguan Agrobis Burung edisi minggu ke IV Pebruari 2010

Agroburung.com :
-Tetap diselenggarakan dalam bentuk “lomba lesehan” non-teriak, gelaran pertama 2010 itu secara umum memang belum memunculkan majikan jawara baru. Mereka yang berhasil mendudukkan momongan pada urutan 10 besar terhitung masih “muka-muka lama”.
Meski demikian ada juga beberapa “muka baru” yang berhasil mengorbitkan momongannya untuk bertengger di kelompok 10 besar di kelasnya. Salah satu muka baru tersebut adalah Cahyo dari Teras Boyolali. Mengusung momongan hasil breeding sendiri, “Saya optimis nantinya akan bisa mendudukkan momongan di ranking yang lebih bagus,” kata pria yang sedang menyiapkan beberapa momongan barunya untuk diorbitkan pada berbagai event lomba. baca selengkapnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar