Kamis, 05 November 2009

Mozambik

Little Green Singer (Serinus Mozambicus)

Dikenal juga dengan nama:
•Icterine Canary
•Mozambique Serin
•Shelly
•Yellow-fronted Canary
Sangat atraktif, burung kicau kecil yang cerewet, mozambik adalah serins populer Afrika yang berhubungan dekat dengan kenari. Berusia panjang (beberapa, hidup sampai 15 atau 20 tahun) yang akan menghibur kita dengan nyanyian merdu mereka.
Habitat asal mereka merupakan daerah semi tandus yang berilalang tinggi dan hutan di sentral Afrika dan menyukai dataran terbuka daripada dahanan rimbun kecuali untuk bertengger pada malam hari dan bersarang. Dilaporkan bahwa mereka biasanya ditemukan di sumber / mata air setempat. Jenis finch ini merupakan spesies agresif dan biasanya terlihat berpasangan atau dalam satu keluarga kecil. Mereka dewasa pada sekitar umur 4 – 6 bulan. Pejantan dan betina dapat dibedakan dengan ‘kalung’ titik hitam yang melingkar di leher betina. Meskipun demikian pada burung muda pun terdapat ‘kalung’ yang sama. Cara termudah membedakannya adalah setelah dewasa. Pejantan memiliki nyanyian yang menyenangkan, yang dinyanyikan teratur sepanjang hari.
Pasangan mozambik adalah pasangan yang individualistis dalam komunitasnya. Pada kebanyakan jenis finch lainnya, berpasangan atau tidak, mempunyai ikatan yang kuat dengan burung-burung disekitar mereka. Ikatan ini bisa saling selisik pada leher kepala atau saling meringkuk berdempetan dengan yang lainnya pada saat istirahat atau saat tidur. Tidak demikian dengan mozambik. Mereka belum pernah terlihat melakukan aktifitas ini sesama mereka atau dengan jenis finch lainnya. Pejantan dan betina memang duduk berdekatan, namun tidak bersentuhan atau saling meringkuk.
Meskipun demikian ikatan yang terbangun diantara mereka sangat kuat. Pasangan ini biasa terlihat saling menyanyi satu sama lainnya. Pada keadaan tertentu, pejantan meloloh si betina yang meminta dengan paruh terbuka dan mengepakan sayapnya seolah saat piyik dahulu. Lalu mereka akan kawin dan mencoba membuat sarang. Pada beberapa kejadian, pejantan menjadi sangat agresif kepada anggota komunitas lainnya dalam masa ini.
Saat tidak dalam masa berkembang biak, mozambik memiliki sifat yang keras namun relatif tidak agresif bila dijadikan satu dengan jenis finch lainnya dalam ruangan yang cukup – mereka akan mengancam mematuk burung lain yang bertengger sedikit lebih dekat ke mereka. Namun demikian mereka belum pernah terlihat mematuk finch lainnya, jadi tampaknya para anggota komunitasnya sangat mengerti akan kebutuhan ruang pribadinya. Karena itu disarankan hanya memelihara satu pasang saja per kandang.
Mozambik harus dibiarkan berkembang biak, jangan hanya sebagai piaraan saja. Mereka memiliki insting berkembang biak yang kuat, yang harus dituntaskan. Selain itu juga, mozambik akan sangat sulit didapatkan pada masa mendatang, karena mereka termasuk burung dalam Appendix III of CITES*. Burung dalam daftar ini tidak dapat lagi diimpor. Jika kita tidak menternakannya, maka kita tidak akan bisa memilikinya. Banyak burung finch yang dulu sangat umum ditemukan, termasuk mozambik, kini menjadi sangat langka. Bila Anda memiliki mozambik atau burung lainnya yang terdapat dalam daftar Appendix III, rencanakan untuk mengembangbiakan mereka dan beri mereka perawatan yang terbaik.
SEXING
Pejantan memiliki mahkota, tengkuk, mantel abu-abu kehijauan dibawah ekor dan punggung. Kumis abu-abu kehijauan atau hitam yang melingkar dari paruh bawah hingga ke penutup kuping. Tungging dan ekor atas berwarna kuning. Kening, garis mata, pipi, kerongkongan dan dada berwarna kuning terang. Dapat juga dibedakan dengan nyanyian pejantan yang mirip kenari namun lebih mudah dengan melihat penampilan burung dewasa. Pejantan memiliki warna bulu abu kehijauan bergaris kuning dan dada kuning terang.
Secara umum : Lebih terang dan cerah dalam warna. Dan bernyanyi.
Betina berwarna sama, secara umum lebih ‘dof’ warnanya dan memakai kalung titik hitam sepanjang lehernya. Mozambik muda juga memiliki kalung hitam yang sama. Karena itu lebih mudah membedakannya setelah dewasa melalui penampilannya. Secara umum : Terkarakterisasi dengan ‘kalung’ titik hitamnya sepanjang garis lehernya. Berwarna lebih gelap / kurang cerah daripada pejantan. Berkicau tapi tidak bernyanyi.

betina disebelah kiri ( perhatikan 'kalung' hitamnya ), jantan sebelah kanan
TEMPAT TINGGAL
Mozambik akan menerima bermacam model tempat tinggal dari yang besar hingga kandang berkembang biak yang kecil. Burung ini sebaiknya tidak digabung dengan Sanger, Black-trouthed atau jenis finch dan kenari lainnya karena akan terjadi perkawinan silang yang tidak diinginkan.
Mereka sangat senang mandi, jadi kolam dangkal adalah satu ide yang bagus atau sediakan bak mandi untuk mereka. Tempat minum harus selalu dibersihkan untuk mencegah penyakit apabila bila mereka juga memakai tempat yang sama untuk mandi. Karena itu sebaiknya tempat minum dan tempat mandi disediakan terpisah.
DIET
Tawarkan mozambik anda campuran bijian finch / kenari. Tambahkan sejumlah pakan untuk anakan kenari atau finch seperti campuran rebusan kuning telur dan remahan biscuit atau voor. Mozambik juga sangat menyukai sayuran seperti sawi, bayam, ‘chikweed’, atau pisang raja. Juga sediakan tulang sotong, vitamin / mineral, dan butiran pasir kecil ( grit ) untuk membantu system pencernaannya. Mereka juga memakan serangga kecil, seperti rayap dan larva nya atau kroto. Bisa juga ditambahkan dengan sedikit ulat hongkong dan bijian yang telah direndam.
Campuran bijian finch / kenari adalah yang makanan terbaik. Suplemen berupa kuning telur rebus dan biscuit serta makanan hidup sangat penting selama masa berkembang biak namun diet ketat harus dilakukan setelah itu untuk mencegah burung kegemukan.
PENGEMBANGBIAKAN
Mengembangbiakan mozambik adalah satu misteri lain lagi. Tidak seperti sepupu terdekat mereka, kenari, setiap pasangan mozambik membutuhkan privasi, berbagai percobaan dan kesabaran
Pertama saya ingin tekankan bahwa metoda satu penangkar belum tentu cocok untuk penangkar lainnya. Berikut ini adalah pengalaman salah satu penangkar mozambik.
“Saya sangat yakin bahwa kesuksesan menangkar burung ini terletak pada ikatan yang kuat diantara pasangan ini. Untuk mencapai keadaan ini, Anda harus memasangkan mereka beberapa bulan sebelum musim kawin dimulai. Saya juga sangat menyarankan untuk memakai sangkar pembiak ganda yang memiliki kawat pemisah untuk berbagai alasan yang akan saya jelaskan kemudian. Saya menemukan bahwa mereka membutuhkan pencahayaan 14 – 16 jam sehari guna membantu tingkat kesuksesan penangkaran tapi ini hanya merupakan salah satu dari prasyarat yang diperlukan. Mereka membutuhkan kualitas bijian finch yang bagus yang dicampur dengan sedikit bijian / pakan kenari. Suplai yang bagus untuk rendaman bijian, kecambah, serta campuran kuning telur. Saya menambahkan rebusan kuning telur yang keras dengan probiotik (Lactobacillis) pada campuran tersebut untuk menambah kesehatan dan sistim kekebalan tubuh bagi anakan dan burung yang sedang berkembang biak. Saya juga memberikan pasangan ini beberapa ulat hongkong sehari untuk mencapai kondisi siap kawin tapi menyingkirkannya dari daftar menu segera setelah betina bertelur.
Millet kecil, biji kenari, amaranth, gabah beras dan gandum disajikan kering, direndam, dan berkecambah. Dua cara penyajian yang terakhir terutama diperlukan saat membesarkan anakan dan membantu menstimulasi pasangan untuk memulai aktifitas reproduksi. Ulat hongkong kecil, telor semut, dan kepompong, ulat bambu, larva ngengat, dan rayap juga menjadi santapan kesukaan mereka pada saat membesarkan anakan namun sebaiknya dibatasi karena dapat menyebabkan kegemukan. Sayuran hijau juga merupakan elemen yang penting dari diet mereka.
Menyediakan cukup makanan hidup, rendaman bijian atau kecambah, dan sayuran hijau biasanya akan mendorong spesies ini untuk bersarang. Mereka akan memilih tempat untuk membangun sarang mereka seperti pada sarang kenari yang terbuka, pada kotak sarang finch yang terbuka bagian depannya atau yang memiliki lubang masuk besar, pada dedaunan rimbun, atau pada pinggir karang. Mereka menyukai banyak material lembut dan serat natural seperti kapuk, bagi kebutuhan sarangnya.
Betina sangat mudah merasa terusik meninggalkan sarangnya bila didekati, tapi jika terbiasa dengan keberadaan manusia ( misalnya, pemberian makan dan minum secara rutin ), mereka akan kembali ke sarang tanpa ragu. Mereka tidak diketahui sebagai burung deserter. Bila kurungan tidak terlalu besar, sebaiknya singkirkan anakan dari pasangan yang sedang mengeram untuk mencegah kemungkinan agresi brutal pejantan. Ini bisa terjadi ketika mereka baru beberapa minggu keluar dari sarang sementara induk betina telah mulai bertelur 2 atau bahkan 3. Anakan ini bakal terbatasi ruang geraknya maka dari itu sebaiknya dipisahkandangkan atau digabung dengan anakan pasangan lain. Pejantan muda akan mulai kehilangan ‘kalung’ nya pada umur sekitar 4-6 bulan meskipun mereka mulai bernyanyi bahkan lebih awal dari itu.
Pertanda awal mozambik telah siap untuk berbiak adalah mereka mulai membawa material untuk sarangnya dan pejantan terlihat melolohi betina nya. Mereka akan menggunakan berbagai wadah untuk bersarang dan membuat sarang yang berbentuk cangkir. Dua atau tiga sarang dalam semusim diharapkan dapat terjadi. Mozambik sangat terganggu oleh gigitan nyamuk dan tungau atau kutu yang seringkali menimbulkan infeksi. Mozambik dapat hidup hingga 10 tahun dengan masa subur berbiak dari umur dua hingga enam tahun. Pada tahun pertama betina dapat menderita akibat telur yang membelit. Hal ini dapat disiasati dengan cara pengaturan diet yang benar.
Letakkan sarang pada tempat yang terlindung antara rerimbunan, agar burung yang bersarang merasa aman dan nyaman. Saya memberi pasangan mozambik tempat sarang kenari yang terkamuflasi dengan dahan dan dedaunan palsu. Meskipun burung yang berada dalam kurungan bersarang, mereka tampaknya lebih baik lagi bersarang jika memiliki kenyamanan. Bila waktunya telah siap untuk berbiak, nyanyian pejantan akan terdengar lebih ngotot dan mulai melakukan ritual pacaran berlanjut dengan meloloh betina nya. Pada masa ini pasangan mozambik menjadi mahluk teritorial dan kemungkinan lebih agresif / galak.


Saya menggunakan serat kain katun putih bulu domba putih sebagai bahan material sarang dan betina biasanya membuat sebuah rajutan sarang yang indah. Mozambik biasanya bertelur hingga 4 butir dan setiap telur mesti diambil dan ditukar dengan telur kenari palsu lalu setelah telur ke-3 ditelurkan, kembalikan semua telur ke sarang. Ini berguna untuk memberikan kesempatan hidup yang sama pada anakan dengan menetas bersamaan. Tapi cara ini sangat tidak dianjurkan bagi para pemula.
Masa inkubasi telur biasanya sekitar 12 – 14 hari dan pada masa ini awasi dengan ketat pejantan nya karena kadang-kadang mengganggu betina yang sedang mengeram. Bila ini terjadi pisahkan segera ke kandang sebelah yang dipisahkan dengan kawat pemisah. Lalu satukan kembali saat anakan telah menetas dan berumur 3 -5 hari untuk membantu memberi makan anakan dan betina nya.
Anakan mozambik biasanya akan meninggalkan sarang pada umur sekitar 15 – 18 hari dan biasanya pejantan lebih mendominasi pemberian makan. Sekali lagi awasi dengan ketat pejantan saat anakan mulai berumur sekitar 25 hari, karena ia akan sedikit lebih galak pada mereka seiring dengan betina nya yang bersiap-siap untuk ronde ke-2. Jadi pisahkan anakan dari orangtuanya dengan kandang berkawat pemisah. Si pejantan tidak akan bisa menyakiti mereka namun tetap bisa memberi makan hingga tumbuh sempuna. Saya pribadi membiarkan mereka berdampingan hingga berumur 40 hari hingga dirasa telah cukup kuat dan bisa dipindahkan ke kandang gabungan anakan lainnya. Pemisahan jenis kelamin anakan sangat sulit pada awalnya karena pejantan muda belum lagi mencapai warna yang sempurna hingga pergantian bulu yang kedua dan masih memiliki ‘kalung’ hitam seperti betina hingga masa setahun. Anda akan menemukan pejantan muda mulai bernyanyi kecil / ngeriwik setelah itu pada beberapa bulan selanjutnya mereka akan terlihat lebih cerah dan berusaha mengeluarkan suara yang lain dari tenggorokan mereka.



note:
artikel ini saya sadur dari berbagai sumber, kebanyakan dari www.finchworld.com lalu saya edit agar lebih ringkas. maaf kalo ada kalimat2 yang aneh dibaca, maklum soale bukan penerjemah bersertifikat heheheheh...
saat ini saya sendiri lagi coba2 masangin mozambik. insya4jJI kalo jadi netes akan saya tulis lagi masangin mozambik ala coba2 saya... heheheheheh...
semoga bermanfaat. wassalamu'alaikum...

APAKAH “CITES” ?
• CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) atau konvensi perdagangan internasional untuk spesies-spesies tumbuhan dan satwa liar, merupakan suatu pakta perjanjian yang berlaku sejak tahun 1975. Pemerintah Indonesia telah meratifikasi konvensi tersebut dengan Keputusan Pemerintah No. 43 Tahun 1978.
• CITES merupakan satu-satunya perjanjian atau traktat (treaty) global dengan fokus pada perlindungan spesies tumbuhan dan stawa dan satwa liar terhadap perdagangan internasional yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang mungkin akan membahayakan kelestarian tumbuhan dan satwa liar tersebut,
• CITES merupakan perjanjian yang memuat tiga lampiran (appendix) yang terdiri dari :
a. Appendix I yang memuat daftar dan melindungi seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang terancam dari segala bentuk perdagangan internasional secara komersial,
b. Appendix II yang memuat daftar dari spesies yang tidak terancam kepunahan, tetapi mungkin akan terancam punah apabila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan,
c. Appendix III yang memuat daftar spesies tumbuhan dan satwa liar yang telah dilindungi di suatu negara tertentu dalam batas-batas kawasan habitatnya, dan memberikan pilihan (option) bagi negara-negara anggota CITES bila suatu saat akan dipertimbangkan untuk dimasukkan ke Appendix II, bahkan mungkin ke Appendix I
• CITES merupakan komitmen dari 145 negara anggota mengenai prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh CITES secara khusus, bahwa perdagangan dalam bentuk apapun dari spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi telah menjamin kelestariannya;
• CITES merupakan suatu proses dimana negara-negara anggotanya berkerja bersama untuk menjamin bahwa perdagangan tumbuhan dan satwa liar dilaksanakan sejalan dengan perjanjian CITES,
• CITES merupakan suatu badan administrasi yang berkantor pusat di Geneva, Swiss, dan menyediakan dokumen-dokumen asli dalam tiga bahasa: Inggris, Perancis dan Spanyol.
• CITES merupakan pertemuan musiman/dua kali setahun (biennial) dari negara-negara anggotanya yang menghadiri konferensi tersebut selama 2(dua) minggu, dimana mereka mengevaluasi sejauh mana perjanjian tersebut berjalan, menetapkan pemecahan masalah atas isu-isu yang berkaitan dengan kebijaksanaan, dan menentukan daftar spesies yang dilindungi dan memerlukan tindakan seperlunya,
• CITES merupakan suatu konferensi yang juga memperbolehkan kehadiran organisasi-organisasi non pemerintah yang tidak mempunyai hak voting, dan menaruh perhatian pada masalah konservasi, kesejahteraan binatang, perdagangan, ‘zoological’, dan minat-minat keilmuan. Kehadiran organisasi-organisasi tersebut biasanya memberikan informasi dan data-data tambahan mengenai isu-isu lingkungan yang kompleks, serta masukan-masukan yang konstruktif dalam upaya perlindungan tumbuhan dan satwa liar,
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai CITES secara terinci, silahkan mengarungi dunia maya di website CITES dengan alamat http://international.fws.gov/cites/cites.html

Sumber : Last edited by Anggoro Kicau mania. org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar